Sewa Vs Beli Rumah di Jabodetabek 2026, Mana yang Lebih Hemat?

Sewa Vs Beli Rumah di Jabodetabek 2026, Mana yang Lebih Hemat?

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Kamis, 08 Jan 2026 06:46 WIB
Sewa Vs Beli Rumah di Jabodetabek 2026, Mana yang Lebih Hemat?
Ilustrasi beli rumah. Foto: Getty Images/iStockphoto/ArLawKa AungTun
Jakarta -

Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia. Untuk mendapat tempat tinggal, pencari rumah bisa membeli ataupun menyewa hunian.

Bagi yang beraktivitas atau bekerja di kawasan Jabodetabek, mungkin ingin mencari opsi hunian yang terjangkau pada tahun baru ini. Apalagi kawasan perkotaan seperti ini harga rumahnya semakin mahal.

Tentunya setiap orang punya situasi, kondisi, maupun preferensi tersendiri untuk menentukan buat beli atau ngontrak rumah. Opsi mana pun yang dipilih, perlu disesuaikan dengan kemampuan penghuninya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, mana yang lebih hemat ya? Berikut ini penjelasannya.

Menurut perencana keuangan Andy Nugroho, membeli rumah secara cash alias langsung lunas adalah opsi paling hemat untuk mendapatkan hunian. Opsi ini menjadi pilihan terbaik bagi orang yang mempunyai tabungan yang besar.

ADVERTISEMENT

Membeli rumah secara cash tergolong hemat karena pemilik tidak menanggung biaya bunga. Akumulasi bunga yang dibayar selama bertahun-tahun membuat rumah menjadi sangat mahal.

"Harga rumah Rp 500 juta, saya punya Rp 500 juta, yaudah bayar aja langsung. Jadi yang kita bayar hanya Rp 500 juta. Itu dibandingkan kalau beli rumah Rp 500 juta secara kredit selama 15 tahun, itu nanti total-total yang dibayarin bisa sampai Rp 1 miliar," kata Andy kepada detikProperti, Rabu (7/1/2026).

Jika belum punya tabungan yang cukup, Andy mengatakan opsi kedua terhemat adalah menyewa rumah. Pencari rumah tak perlu terlalu lama menabung karena ada kontrakan yang dapat dibayar setiap bulan.

Berbeda halnya dengan membeli rumah pakai kredit pemilikan rumah (KPR), calon pembeli harus mengumpulkan uang muka atau down payment (DP). Adapun besaran uang muka bisa 20-30 persen dari harga rumah.

Terakhir, membeli rumah dengan KPR menjadi salah satu opsi mahal secara total pengeluaran. Selain harus menyiapkan uang muka, pembeli juga menanggung biaya bunga yang tak sedikit.

Namun, pembayaran dengan KPR memang dapat memberikan keringanan bagi pembeli karena cicilan per bulan dapat disesuaikan dengan kemampuan. Apalagi kalau membayar DP besar, cicilan akan semakin ringan, bahkan lebih rendah dari sewa rumah.

Kalau ingin membandingkan antara ngontrak atau KPR selama 15 tahun, memang pada akhirnya KPR cukup menguntungkan karena dapat memiliki properti. Biaya bunga yang dibayarkan selama ini bakal 'terbayar' dengan nilai properti yang terus meningkat.

Terpisah, Head of Research & Consultancy PT Leads Property Service Indonesia Martin Hutapea mengatakan kebanyakan orang menyewa rumah hanya untuk sementara. Sebab, pada dasarnya seseorang ingin mempunyai rumah sendiri.

Biasanya orang memilih untuk sewa rumah selama 1-2 tahun sebelum akhirnya memutuskan buat membeli rumah. Namun, kalau ingin membandingkan mana yang lebih hemat antara menyewa atau membeli rumah untuk jangka waktu tertentu, mengontrak bisa jadi pilihan terjangkau.

Untuk kawasan Jabodetabek, Martin menyebutkan masih ada rumah satu kamar yang disewakan seharga Rp 35-50 juta. Jika ingin membayar per bulan, masih ada rumah yang biayanya Rp 4 juta.

Di sisi lain, membeli rumah di kawasan Jabodetabek kisaran harganya bisa Rp 500 juta hingga Rp 2,5 miliar. Rumah tersebut untuk spesifikasi kurang lebih tipe 45 dengan dua kamar.

Kemudian, Martin mencontohkan seseorang menyewa rumah tipe 80 di Tangerang. Misalnya harga sewanya Rp 70 juta per tahun, maka selama 20 tahun uang yang dihabiskan sebesar Rp 1,4 miliar.

Sementara itu, membeli rumah yang sama seharga Rp 2 miliar dengan kredit pemilikan rumah (KPR) total cicilan selama setahun bisa sekitar Rp 130 jutaan. Lalu, pada akhirnya total pengeluaran untuk memperoleh rumah selama 20 tahun bisa lebih dari Rp 3 miliar.

"Lebih hemat itu sewa (rumah), bahkan kalau 20 tahun," katanya.

Namun, pencari rumah perlu mempertimbangkan pengeluaran Rp 1,4 miliar untuk sewa rumah tetapi tidak mendapatkan aset. Padahal, dengan membeli rumah lebih mahal, pemilik masih bisa investasi properti.

"Tapi rela nggak orang tersebut kehilangan duit dalam tanda kutip dia menikmati penyewaan rumah, Rp 70 juta per tahun dikali 20 tahun, itu kan Rp 1,4 miliar," tuturnya.

Pada akhirnya, keputusan tergantung pada tujuan dan kemampuan finansial pencari rumah. Itulah pertimbangan untuk sewa atau beli rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads