Lokasi merupakan faktor penting ketika hendak membeli rumah. Sebaiknya lokasi rumah dekat dengan kantor sehingga tidak makan waktu lama untuk pulang dan pergi, atau setidaknya punya transportasi umum yang mendukung.
Banyak yang akhirnya memutuskan untuk membeli apartemen di pusat kota karena di kota besar, seperti Jakarta, lebih mudah menemukan apartemen yang murah daripada rumah tapak.
Ada juga orang yang akhirnya memilih untuk mencari rumah di pinggiran Jakarta, seperti daerah Depok yang nempel dengan Jakarta Selatan. Depok jadi pilihan karena sudah terintegrasi dengan KRL dan beberapa hunian menempel dengan stasiun, seperti apartemen berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pondok Cina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara dua pilihan tersebut, kira-kira mana yang lebih baik?
Menurut Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto ketika pilihannya adalah beli apartemen di tengah kota Jakarta atau di area TOD Depok, calon pembeli perlu mempertimbangkan harga rumah dan modal yang disiapkan untuk rumah tersebut.
Ferry mengungkapkan harga rata-rata hunian berkonsep TOD di Depok sudah jauh berbeda dengan hunian vertikal di Jakarta.
"Kalau kita bandingkan apartemen di Depok dengan di pusat kota kisaran harganya sudah nggak bisa dibandingkan," kata Ferry dalam acara Colliers Indonesia Virtual Media Briefing Q4 2025 secara daring pada Rabu (7/1/2026).
Ferry memberikan gambaran lewat harga rata-rata apartemen di Jakarta dan sekitar TOD di Depok. Ia mengambil contoh rumah vertikal agar perbandingannya setara. Apartemen di Jakarta rata-rata harganya pada 2025 adalah Rp 36 juta per meter persegi. Sementara itu, di Depok Rp 17,4 juta per meter persegi.
Apabila ingin membeli apartemen ukuran 40 meter persegi dengan patokan harga rata-rata di atas, harga apartemen di Jakarta sekitar Rp 1,44 miliar. Sementara itu, apartemen berkonsep TOD di Depok sekitar Rp 696 juta. Harga ini dapat berbeda tergantung pada lokasi.
Setelah mengetahui kisaran harga rata-rata apartemen di kedua tempat, ketahui juga keuntungan tinggal di apartemen tengah kota dan hunian berkonsep TOD di Depok.
1. Keuntungan Tinggal di Apartemen Tengah Kota
Menurut pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management Steve Sudijanto, lokasi apartemen tengah kota lebih strategis karena bisa lebih cepat dan dekat ke tempat kerja. Lalu, apartemen memiliki fasilitas yang lengkap, seperti kolam renang, gym, taman, hingga jogging track. Tinggal di gedung yang terdiri dari banyak unit, dipastikan keamanannya cukup ketat dan untuk bisa masuk memerlukan kartu akses.
"Keamanan terjamin karena apartemen itu dijaga. Masuk kawasan apartemen itu dijaga," kata Steve kepada detikProperti, Selasa (2/12/2025).
2. Keuntungan Tinggal di Hunian Berkonsep TOD di Depok
Menurut Head of Advisory JLL Indonesia Vivin Harsanto tinggal di hunian berkonsep TOD mempermudah mobilisasi dengan transportasi umum. Umumnya rumahnya atau apartemen berada di bawah atau di samping stasiun KRL. Begitu juga dengan halte bus, umumnya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Konsep ini jelas meringankan biaya transportasi dan mempersingkat waktu tempuh.
Hunian berkonsep TOD di Depok juga ada yang berbentuk apartemen dan rumah tapak sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan calon pembeli.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/zlf)











































