Setiap orang tentu ingin memiliki rumah sendiri. Namun, bagi sebagian orang mengumpulkan uang muka atau down payment (DP) rumah sering kali menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit yang merasa target tersebut sulit tercapai, bahkan setelah bekerja selama bertahun-tahun.
Ekonom Senior Institute for Development Economic and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, menjelaskan ada sejumlah kesalahan finansial yang tanpa disadari justru membuat tabungan DP rumah sulit terkumpul. Kesalahan ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga pola pikir dan kebiasaan keuangan sehari-hari.
Selain faktor eksternal seperti suku bunga dan kebijakan pemerintah, faktor internal seperti mindset dan gaya hidup juga berperan besar. Jika tidak diperbaiki sejak awal, impian memiliki rumah bisa terus tertunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3 Kesalahan Finansial yang Bikin Tabungan DP Rumah Sulit Terkumpul
Berikut beberapa kesalahan finansial yang perlu dihindari agar tabungan DP rumah bisa lebih cepat terkumpul.
1. Mindset Negatif soal Kepemilikan Rumah
Tauhid mengatakan, kesalahan pertama terletak pada pola pikir yang sudah pesimis sejak awal. Menurutnya, anggapan bahwa rumah sulit dimiliki membuat seseorang tidak punya dorongan kuat untuk mulai menabung atau merencanakan pembelian rumah.
"Pertama, ini soal mindset. Mindsetnya, rumah itu mahal, rumah itu sulit, dan sebagainya. Jadi mindset itu yang kemudian orang tidak eager (antusias) atau tidak bersikeras untuk memiliki rumah," ujar Tauhid saat dihubungi detikProperti, Jumat (10/4/2026).
2. Gagal Mengelola Prioritas Keuangan
Kesalahan kedua berkaitan dengan kebiasaan konsumsi yang tidak terkontrol. Banyak orang lebih memprioritaskan pengeluaran non esensial dibandingkan menabung untuk DP rumah.
"Menurut saya, memang kaitannya dengan budaya. Budaya menabung, perilaku menabung dari sebagian masyarakat karena konsumsi yang bukan prioritas, konsumsi yang bukan utama," katanya.
Ia menambahkan, godaan pengeluaran seperti hiburan, kendaraan, pakaian, hingga liburan seringkali sulit dihindari. Akibatnya, tabungan untuk DP rumah menjadi tidak berkembang.
"Sekarang daya tariknya lebih tinggi. Begitu ya, misalnya untuk kendaraan, atau untuk entertainment, atau untuk kebutuhan pakaian, liburan, dan sebagainya. Jadi ini yang kemudian akhirnya tabungan tidak terfasilitasi," sambungnya.
3. Minimnya Akses dan Pemanfaatan Skema Pembiayaan
Kesalahan berikutnya adalah kurangnya pemanfaatan skema pembiayaan yang bisa membantu mengumpulkan DP. Di sisi lain, akses terhadap fasilitas tersebut juga masih terbatas bagi sebagian masyarakat.
"Menurut saya, ketika, katakanlah, mungkin insentifnya kaitannya dengan fasilitas yang disediakan perbankan. Begitu ya, DP bisa cicil sekian kali, baru mulai mencicil. Itu tidak banyak bank-bank yang menyediakan model-model seperti itu," katanya.
Selain itu, sistem perbankan yang masih ketat juga menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Terutama bagi pekerja informal yang sering kali tidak memenuhi persyaratan administratif.
"Nah masalahnya bank kan harus punya, katakanlah, minimal gaji sekian berapa, status pekerjaannya kontrak, PKWT, atau tetap, dan sebagainya," ucapnya.
Padahal, ada banyak pekerja dengan penghasilan besar namun tidak terakomodasi karena status pekerjaan yang tidak konvensional.
Waktu yang tepat untuk membeli rumah memang tidak dapat disamaratakan untuk setiap orang. Keputusan tersebut sangat bergantung pada kesiapan finansial individu, terutama dari sisi kemampuan membayar dan kestabilan kondisi keuangan jangka panjang.
Selain itu, faktor eksternal juga turut menentukan, seperti tren suku bunga dan dukungan kebijakan. Pembelian rumah akan lebih ideal dilakukan saat suku bunga menunjukkan tren penurunan serta adanya insentif seperti subsidi atau keringanan pajak, sehingga beban cicilan menjadi lebih ringan dan terjangkau.
Mengumpulkan DP rumah memang bukan hal mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Dengan konsistensi dan perhitungan yang matang sejak awal untuk mencapai tujuan pembelian rumah, uang DP dapat dikelola dengan terstruktur.
(ilf/ilf)










































