Dear Pemilik Kos-kosan, Buruan Pakai Cara Ini biar Kamar Kos Laku Keras

Dear Pemilik Kos-kosan, Buruan Pakai Cara Ini biar Kamar Kos Laku Keras

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Jumat, 24 Apr 2026 12:30 WIB
Salah satu kos-kosan milik keluarga Devon.
Ilustrasi kos-kosan. Foto: Fabiola Dianira/detikBali
Jakarta -

Memasuki masa ujian Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), pemilik kos harus siap-siap karena akan banyak calon penyewa yang hendak melihat kamar. Umumnya calon penyewa adalah mahasiswa baru yang datang bersama orang tuanya.

Calon penyewa pasti mencari kamar yang nyaman, dekat dengan kampus, dan harganya terjangkau. Pemilik kos harus berhasil menarik hati calon penyewa agar mereka langsung menyewa tanpa ragu.

Dengan banyaknya pilihan kos-kosan di sekitar kampus, pemilik kos harus punya strategi agar calon penyewa langsung melirik dan yakin untuk tinggal di kosan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pengusaha kos-kosan bernama Anis Widiadi sempat membagikan tips memasarkan kos-kosan kepada BeritaKlik. Ia mengatakan untuk memasarkan kos-kosan pada zaman sekarang lebih mudah karena keberadaan internet.

Promosi kos-kosan bisa didorong melalui iklan digital. Tantangannya adalah pemilik kos-kosan harus menjaga reputasi propertinya karena sekarang semakin mudah memberikan review online.

ADVERTISEMENT

"Kalau sekarang ada internet jadi nggak usah worry menurut saya dengan marketing asal bisa harga tetap bersaing dan fasilitas baik," ujar Anis kepada BeritaKlik beberapa waktu lalu.

Cara Memasarkan Kos-kosan

1. Pakai Aplikasi Pencari Kos

Untuk pencari kos-kosan dekat kampus, calon penyewanya adalah mahasiswa yang datang dari luar daerah dan tidak bisa pulang pergi di hari yang sama. Umumnya mereka mencari referensi kos-kosan melalui internet dahulu sebelum riset langsung. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan.

Pemilik kos bisa membuat website pribadi atau bekerja sama dengan situs pemesanan kos-kosan. Anis sendiri banyak mendapat penyewa atau anak kos melalui aplikasi seperti itu. Melalui aplikasi, pemilik bisa menyediakan informasi lengkap kepada calon penyewa. Selain itu, ada fitur untuk pemilik dan penyewa berkomunikasi.

2. Bikin Profil di Mesin Pencari Internet

Seperti yang disebut sebelumnya, menjaga reputasi sangat penting karena gerbang utama untuk menarik penyewa adalah melalui ulasan di internet. Pemilik kos-kosan harus rajin memperbarui profil tentang bisnis kos-kosan sehingga calon penyewa lebih yakin. Pemilik kos bisa menyertakan berbagai informasi yang memudahkan penyewa menemukan kos-kosan serta menghubungi pemilik kos.

"Pasang di Google, bikin (profil). Dia otomatis kelihatan kalau misalnya kita search kosan itu muncul. Nanti di situ dikasih nomor telpon, ada alamatnya," jelasnya.

3. Kerja Sama dengan Pengelola Hunian

Cara lain yang bisa dilakukan adalah bekerja sama dengan pengelola hunian yang membantu memasarkan dan mengelola kos-kosan. Anis menyebut pengelola tersebut menyediakan beberapa jasa yang membantu pemilik kos-kosan, tentunya dengan imbalan sekian persen dari harga sewa.

"(Kos-kosan) di atas 20 kamar dikelola, karena (saya punya) 10 (kamar) hanya marketing. Kalau ada survei dia ngedatengin, dia juga cari orang (calon penyewa). Terus dia kasih masukan, diskusi baiknya ini itu," tuturnya.

4. Pasang Spanduk

Selain menggencarkan promosi di internet, Anis juga tetap membuka pintu bagi calon penyewa yang ingin melihat langsung. Ia memasang spanduk mengenai ketersediaan kamar dan penyewa seperti apa yang dicari, mahasiswa atau mahasiswi. Untuk kos-kosan dekat kampus, lebih banyak kos-kosan khusus putri atau putra daripada kos-kosan campur atau untuk pasangan.

5. Word of Mouth

Anis menekankan bahwa promosi dari mulut ke mulut sangat penting dalam memasarkan kos-kosan. Oleh karena itu, ia mengatakan untuk selalu menjaga kualitas pelayanan dan fasilitas kos-kosannya untuk menciptakan kesan dan reputasi yang baik di mata anak kos.

Dengan begitu, anak-anak kos suatu ketika bisa mengajak temannya untuk tinggal di kos-kosan yang sama. Ia kerap mendapati penyewa baru yang mendapat rekomendasi dari anak kosnya.

"Kalau mahasiswa dia senengannya teman di sini, di sini semua. Kalau teman pindah, dia pindah," ujarnya.

Demikian cara memasarkan bisnis kos-kosan supaya banyak penyewa. Semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(aqi/dhw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads