Menjual rumah butuh kesabaran karena tak bisa laku dalam sekejap. Pasalnya, orang akan melakukan pertimbangan yang panjang saat membeli rumah.
Harga rumah itu mahal, pembeli perlu memastikan budgetnya cukup untuk membeli properti tersebut. Selain itu, pembeli juga memiliki kriteria rumah impiannya. Hal itu membuat rumah suka lama terjual.
Di sisi lain, ada juga rumah yang tak kunjung laku selama bertahun-tahun sampai pemilik mulai frustasi. Nah, penyebabnya bisa karena strategi penjualan yang kurang tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja yang bisa bikin rumah nggak laku-laku? Berikut ini penjelasannya.
Alasan Jual Rumah Nggak Laku-laku
Ketua DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Clement Francis pernah menjelaskan beberapa faktor utama yang membuat rumah second tak laku.
1. Harga Tidak Sesuai Pasar
Rumah bisa tidak laku karena harga jual tidak sesuai pasar. Pemilik perlu melakukan riset harga rumah yang terjual di lingkungan sekitar. Dengan begitu, calon pembeli bakal lebih menerima harga rumah.
Lalu, lihat juga kondisi dan legalitas rumah saat menentukan harga jual. Lihat juga daya beli pasar terkini.
2. Kondisi Rumah Buruk
Calon pembeli tidak akan tertarik membeli rumah yang kondisinya buruk. Clement menyarankan untuk memperbaiki tampilan rumah menjadi rapi dan bersih. Hal ini memudahkan calon pembeli membayangkan kehidupan di rumah tersebut.
Coba cat ulang dinding dengan warna netral dan rapikan fasad serta halaman. Lalu, perbaiki atap, kebocoran, toilet, hingga pencahayaan di rumah.
3. Dokumen Tidak Lengkap
Selain itu, pastikan dokumen terkait rumah lengkap. Aspek legalitas adalah faktor penting karena kalau tidak lengkap atau tak jelas, bisa menjadi permasalahan bagi calon pembeli.
Pastikan sertifikat dan surat ahli waris (kalau diperlukan) sudah ada. Semakin cepat ada dokumen tersebut, pembuatan akta jual beli (AJB) pun bisa segera dibuat.
4. Lingkungan Kurang Mendukung
Calon pembeli juga memperhatikan lingkungan sekitar rumah. Mereka tidak akan tertarik dengan lingkungan yang kurang mendukung, misalnya dekat tempat pembuangan sampah (TPS), daerah macet, atau pasar.
Eits jangan patah semangat, rumah masih bisa dijual kok. Caranya dengan mempromosikan nilai positif dari lokasi dan properti.
5. Strategi Pemasaran Lemah
Kemudian, strategi pemasaran yang lemah juga memperlambat penjualan. Tak cukup menentukan harga tepat, penjual perlu menceritakan nilai jual properti.
Lakukan berbagai upaya pemasaran, seperti menggunakan jasa agen profesional dan portal yang tepat. Promosikan rumah melalui portal properti, media sosial, dan database agen. Lalu, pasang foto dan video rumah dari hasil fotografer profesional.
Itulah beberapa alasan rumah tak kunjung terjual. Semoga bermanfaat!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/dhw)











































