Puskeswan Siapkan Vaksinasi Massal Usai 2 Bocah Digigit Anjing Liar di Polman

Sulawesi Barat

Puskeswan Siapkan Vaksinasi Massal Usai 2 Bocah Digigit Anjing Liar di Polman

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 22 Feb 2026 14:05 WIB
Tim Puskeswan Mapilli mengambil sampel anjing liar yang menyerang 2 bocah bernama Padli (9) dan adiknya Alif (7) di Polman.
Foto: Tim Puskeswan Mapilli mengambil sampel anjing liar yang menyerang 2 bocah bernama Padli (9) dan adiknya Alif (7) di Polman. (Abdy Febriady/BeritaKlik)
Polman -

Tim Puskeswan Mapilli akan melakukan vaksinasi massal hewan penular rabies (HPR) setelah 2 bocah bernama Padli (9) dan adiknya Alif (7) diserang kawanan anjing liar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Sedikitnya 100 dosis vaksin disiapkan untuk mencegah penularan penyakit rabies.

"Dari pemerintah pusat dalam hal ini pemerintah provinsi juga telah menurunkan 100 dosis (vaksin) yang saat ini tersedia stok dan segera dilakukan vaksinasi untuk area sini," kata Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh Isnaniah Bagenda kepada wartawan, Minggu (22/2/2026)

Isnaniah belum memastikan jadwal pelaksanaan vaksinasi itu. Menurutnya, proses vaksinasi HPR akan dipusatkan di sekitar area terjadinya serangan anjing liar di Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tolong dibawa hewan kesayangannya atau hewan yang ada di rumah untuk memungkinkan kita vaksin rabies secara gratis," ujar Isnaniah.

Lebih lanjut Isnaniah mengungkap bahwa sampel kepala anjing yang dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros untuk diteliti, Jumat (22/2) dipastikan bebas rabies. Meski begitu, dia mengaku akan mengirim sampel tambahan untuk memastikan bahwa kawanan anjing yang menyerang kedua korban bebas dari rabies.

ADVERTISEMENT

"Kita sudah ambil sampel dari HPR yang pertama dan sudah dikirim ke Maros, alhamdulillah hasil sementara negatif tapi masih terus dilanjutkan untuk pengujian kedua. Hari ini kita kirim lagi sampel HPR untuk mempertegas kemungkinan bahwa hewan-hewan tersebut tidak terinfeksi rabies," terangnya.

Sementara Kepala Desa Banua Baru M Taufik menyebut, hingga saat ini warga yang melakukan perburuan telah menembak mati 2 dari 6 ekor anjing liar yang diduga telah menyerang korban.

"Sudah ada dua ekor yang berhasil dilumpuhkan, tersisa empat ekor. Mudah-mudahan nanti malam ada yang didapat lagi," ungkapnya.

Menurut Taufik, satu anjing liar lainnya berhasil dilumpuhkan warga di sekitar areal persawahan warga, Minggu dini hari (22/2) sekira pukul 00.00 Wita. Dia menyebut anjing liar tersebut sempat kabur ke areal pemakaman dengan kondisi terluka usai terkena tembakan.

"Sempat kabur masuk ke lokasi pekuburan, anggota terus kejar, akhirnya keluar dari lokasi pekuburan langsung tumbang dan mati," imbuhnya.

Taufik juga mengungkapkan jika kondisi kedua korban sudah mulai membaik pasca jalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hajja Andi Depu Polewali. Dia menyebut, korban Padli menderita luka serius hingga harus menjalani operasi sebanyak dua kali.

"Kondisi kedua korban alhamdulillah sudah membaik. (Padli) iya dua kali dioperasi, alhamdulillah sudah baik, banyak lukanya, luka bocor gigitan lebih 20 di seluruh badan, paling parah di kepala," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, 6 ekor anjing liar menyerang dua bocah bernama Padli (9) dan adiknya Alif (7) saat mencari ikan di sekitar areal persawahan warga Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kamis (19/2) sekira pukul 10.00 Wita. Warga yang memberi pertolongan sempat menduga kawanan anjing liar itu sedang menyeret bangkai binatang.

"Kebetulan ada petani lewat langsung diusir itu anjing. Bayangkan, itu orang yang tolong sempat dikira bangkai itu yang dikeroyok, ditarik-tarik anjing ternyata anak kecil," kata Taufik kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (19/2).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Tak Hanya Sekali, Serangan Anjing Liar Sering Terjadi di Lombok Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads