Warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), dibuat resah dengan serangan kawanan anjing liar yang telah melukai 4 orang anak dalam dua bulan terakhir. Belakangan terungkap, seekor anjing liar yang menyerang anak-anak itu positif rabies.
Teror anjing liar terjadi di Kecamatan Wonomulyo, Polman sejak Februari 2026. Total empat anak menjadi korban dan harus menjalani perawatan di puskesmas, mereka adalah Padli (9), Alif (7), Ilham (3), dan Wira (5).
Dirangkum BeritaKlik, Senin (13/4/2026), berikut fakta-fakta anjing rabies serang anak-anak di Polman:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2 Korban Kakak-Adik
Dalam 2 bulan terakhir terjadi tiga kasus serangan anjing liar yang melukai 4 bocah di Kecamatan Wonomulyo. Serangan pertama dialami dua bocah bernama Padli (9) dan adiknya Alif (7) di areal persawahan Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kamis (19/2) sekitar pukul 10.00 Wita.
"Itu anak pergi tangkap ikan di saluran air sawah, di situlah digigit (anjing)," ujar Kepala Desa Banua Baru, M Taufik kepada BeritaKlik, Kamis (19/2).
Taufik mengatakan anjing liar yang menyerang korban berjumlah sekitar enam ekor. Beruntung, ada seorang petani yang melintas dan mengusir kawanan anjing liar tersebut.
"Kebetulan ada petani lewat langsung diusir itu anjing. Bayangkan, itu orang yang tolong sempat dikira bangkai itu yang dikeroyok, ditarik-tarik anjing, ternyata anak kecil," paparnya.
"(Korbannya) Adik kakak kasihan, lumayan parah lukanya akibat gigitan anjing," tambahnya.
Balita 3 Tahun Diserang di Sawah
Sebulan kemudian, balita bernama Ilham (3) juga diserang dua ekor anjing liar. Korban digigit ketika sedang bermain di areal persawahan warga Desa Bakka-Bakka, Kecamatan Wonomulyo, Jumat (19/3) sekira pukul 17.00 Wita.
"Katanya lagi main di sawah itu anak (korban) sama teman-temannya, lalu diserang anjing," kata Kepala Desa Bakka-Bakka, Sudirman kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (19/3).
Menurut Sudirman, korban selamat berkat pertolongan keluarganya. Serangan anjing menimbulkan sejumlah luka di tubuh korban hingga dilarikan ke puskesmas.
"Korban diselamatkan keluarganya. Saya lihat lukanya (korban) ada di kepala, ada juga di paha," tuturnya.
Bocah 5 Tahun Diserang di Perumahan
Terakhir, bocah laki-laki bernama Wira (5) harus jalani perawatan medis akibat terluka usai diserang 2 ekor anjing. Wira diterkam kawanan anjing liar saat bermain di sekitar pemukiman warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Selasa (31/3).
"Itu anak lagi bermain berdua bersama temannya di sekitar perumahan. Memang lagi sepi, tiba-tiba datang itu anjing," kata Camat Wonomulyo, Samiaji melalui sambungan telepon, Selasa (31/3).
Dia menyebut, korban menderita sejumlah luka di tubuhnya akibat gigitan anjing liar. Korban telah dipulangkan ke rumahnya usai menjalani perawatan di RS Pratama Wonomulyo.
"Ada beberapa luka, tadi menurut yang rawat katanya luka gigitan. Korban sudah pulang ke rumahnya, tadi sempat bawa ke rumah sakit untuk perawatan," imbuhnya.
1 Anjing Positif Rabies
Belakangan, 1 dari 2 ekor anjing yang menyerang korban Wira mati ditembak menggunakan senapan angin. Dari hasil pemeriksaan, anjing liar itu dipastikan positif rabies.
"Positif itu (rabies)," kata Sekretaris Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Polman, Akhmad Farid kepada wartawan, Kamis (9/4).
Kepastian tersebut diketahui berdasarkan Laporan Hasil Uji (LHU) dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros dengan Nomor Registrasi 070004/R730801/04/2026 yang terbit pada 8 April kemarin.
"Hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke BBVet Maros, ada satu yang positif," ungkap Farid.
Semua Korban Disuntik Vaksin
Korban Wira langsung diberi suntikan vaksin anti rabies (VAR) secara berkala dan kini masih dalam pemantauan petugas kesehatan. Pihak puskesmas juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kasus tersebut.
"Kami dari pihak puskesmas sudah memberikan vaksin sesuai dengan protap. Kami masih akan memantau pasiennya," kata Kepala Puskesmas Wonomulyo, Sapriani kepada wartawan, Sabtu (11/4).
Sapriani menjelaskan, pemberian vaksin anti rabies terhadap korban akan dilakukan bertahap. Penyuntikan akan dilakukan sebanyak 4 kali hingga hari ke-21 pasca terjadi gigitan.
"Vaksinnya itu ada empat kali, makanya kalau untuk korban di Sidodadi itu hari ini sudah vaksin ketiga. Pada hari ke 21 setelah gigitan diberi lagi vaksin terakhir," terangnya.
Sapriani menyebut korban serangan anjing liar lainnya di daerah tersebut dalam kondisi baik-baik saja. Dia juga mengaku rutin mengajukan permintaan VAR untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan.
"Korban lain juga sudah aman, sudah selesai vaksinnya empat kali. Alhamdulilah ada (vaksin), apalagi pada kondisi seperti sekarang ada kasus, teman-teman selalu mengamprah (ajukan permintaan)," ujar Sapriani.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Polman, dr Gunadil mengatakan, semua orang yang menjadi korban gigitan hewan penular rabies harus diberi vaksin. Hal ini sudah menjadi prosedur penanganan.
"Orang yang digigit hewan penular rabies, asal sampai di fasilitas kesehatan ditangani sesuai SOP (standar prosedur operasional) termasuk pemberian (vaksin) anti rabies," terangnya.
Dia memastikan ketersediaan vaksin pada setiap puskesmas, termasuk di Dinkes Polman untuk mengantisipasi merebaknya kasus serangan anjing liar.
"Stok vaksin sementara ini aman. Jadi setiap puskesmas itu diberi stok untuk jaga-jaga, nanti kalau kurang dikasih lagi stok, terus di kabupaten masih ada," pungkasnya.
Simak Video "Video: Komnas PA Surabaya Desak Hukuman Berat Pelaku Kekerasan Seksual Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)
