Prestasi siswa SMAN 1 Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Muhammad Syahrir Hamdani dalam menemukan celah kerentanan di website kampus luar negeri kini bertambah. Setelah University of San Diego (Amerika Serikat), kini website dari University of Oslo (Norwegia) dan Dresden University of Technology (Jerman) yang mampu dibobol.
"Saya baru dapat 2 lagi sertifikat penghargaan dari University of Oslo dan Dresden University of Technology. Jadi saat ini total ada 3 kampus yang saya dapat sertifikat setelah menemukan celah kerentanan pada website mereka," kata Syahrir kepada detikSulsel, Selasa (28/4/2026).
Jika sebelumnya di University of San Diego butuh waktu 2 hari untuk membobol celah keamanan, untuk University of Oslo dan Dresden University of Technology Syahrir bisa lebih cepat. Syahrir hanya butuh waktu semalam untuk mendapatkan bug pada website kampus ternama tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dua-duanya (University of Oslo dan Dresden University of Technology) saya dapat cuman semalam," jelasnya.
Pria kelahiran Pinrang, 13 Desember 2008 ini mengaku laporan penemuan kerentanan yang dia lakukan sempat ditolak. Namun dia kemudian lebih tertantang untuk fokus menemukan celah kerentanan dan akhirnya berhasil.
"Sebelumnya saya sudah melakukan pelaporan kerentanan untuk 2 kampus itu, tapi mereka tolak. Padahal menurut saya kerentanannya itu cukup bahaya, jadi saya melakukan riset keamanan lebih dalam lagi pada malam itu dan baru pada malam hari ini keduanya menerima laporan saya dan diberikan sertifikat penghargaan," terangnya.
Remaja yang juga berprestasi di bidang olahraga bela diri taekwondo ini kini menjadi lebih tertantang untuk bisa membuktikan kemampuan menjadi bug hunter. Ia ingin kedepannya bisa mengikuti program bug bounty.
"Target kedepan, saya akan mengikuti program bug bounty yang dimana apresiasinya itu bukan sertifikat tetapi sudah berupa uang," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Syahrir mendapat pengakuan sertifikat setelah menemukan kerentanan dalam website kampus University of San Diego. Syahrir hanya butuh 2 hari untuk membobol website kampus bergengsi di Amerika Serikat itu.
"Saya ikut bug hunter di University of San Diego dan menemukan celah kerentanan dalam website dalam 2 hari," kata Syahrir kepada detikSulsel, Selasa (28/4).
(ata/ata)










































