Dahsyatnya Petir Sambar 5 Pendaki Gunung Monrolo Berujung 1 Orang Tewas

Dahsyatnya Petir Sambar 5 Pendaki Gunung Monrolo Berujung 1 Orang Tewas

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 26 Mei 2026 07:00 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terkena petir di Gunung Monrolo.
Foto: Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terkena petir di Gunung Monrolo. (Dok. Istimewa)
Maros -

Nasib tragis menimpa 5 pendaki usai disambar petir saat berada di puncak Gunung Monrolo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dahsyatnya sambaran petir tersebut mengakibatkan satu pendaki di antaranya tewas di lokasi kejadian.

Insiden itu terjadi Gunung Monrolo, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Minggu (26/5) sekitar pukul 17.20 Wita. Rombongan pendaki tersebut awalnya melakukan pendakian sekitar pukul 14.00 Wita.

Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar menjelaskan, cuaca sedang mendung saat korban melakukan pendakian. Hujan tiba-tiba turun ketika rombongan sudah tiba di puncak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat hendak mengambil dokumentasi di puncak gunung, petir menyambar dan mengenai rombongan tersebut," ujar Arif Anwar dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Petir menyambar kelima pendaki sekitar pukul 17.20 Wita. Mirisnya, satu pendaki bernama Fauzan (25) dilaporkan tewas di tempat kejadian.

ADVERTISEMENT

"Lima orang pendaki yang terkena sambaran petir di puncak Gunung Monrolo. Empat orang dinyatakan selamat, sementara satu orang meninggal," paparnya.

Kejadian itu dilaporkan pendaki lain yang turun gunung. Tim SAR yang menurunkan 22 personel melakukan evakuasi di medan gunung yang terjal.

"Gunung Monrolo yang memiliki ketinggian sekitar 1.109 mdpl dikenal memiliki kontur batuan yang terjal dan curam," beber Arif.

Personel SAR baru bisa menjangkau titik korban tersambar petir pada Senin (25/5) pukul 05.50 Wita. Selang sekitar 3 jam, seluruh korban berhasil dievakuasi.

"Proses evakuasi selama kurang lebih tiga jam, jenazah korban berhasil dibawa turun ke kaki gunung pada pukul 09.20 Wita," terang Arif.

Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan, kondisi cuaca di gunung mendadak berubah ketika korban mendaki. Petir menyambar disertai hujan deras.

"Ketika mereka masuk hutan itu sudah mendung. Di pertengahan perjalanan sempat hujan," ucap Andi Sultan kepada wartawan.

Dia memastikan empat pendaki lain dievakuasi tanpa luka berat meski terdampak sambaran petir. Satu pendaki perempuan disebut sempat mati rasa.

"Yang kena itu empat orang semua, yang tiga orang kayaknya tidak ada ji (luka fisik), tapi syok berat. Kalau yang satu yang bernama Indar, itu pinggang sampai kakinya itu mati rasa," pungkasnya.




(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads