Seorang wanita di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), melahirkan bayi laki-laki di tenda pengungsian darurat usai gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang berpusat di Kota Palu. Bayi dan ibunya dipastikan dalam kondisi sehat.
Hal itu terungkap saat Gubernur Sulteng Anwar Hafid meninjau Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilaki, Sigi, Rabu (17/6/2026). Wanita itu dilaporkan melahirkan di tenda darurat setelah gempa pada Selasa (16/6) malam.
"Ini baru tadi malam ibunya melahirkan setelah gempa. Jadi ini melahirkan di sini di tempat pengungsian," ujar Anwar Hafid dalam kunjungannya di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anwar meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera memberikan penanganan maksimal. Anak-anak utamanya bayi dan balita harus diperhatikan.
"Ini semua yang harus kita pastikan, saya minta Pak Bupati Sigi, Dinas Kesehatan kabupaten/provinsi berkoordinasi supaya kesehatan bayi-bayi kita, balita kita terjaga," ucapnya.
Dia menegaskan keselamatan warga harus menjadi prioritas. Anwar juga mengimbau warga tetap tenang tetapi tidak panik berlebihan.
"Beberapa hari ke depan kita tetap waspada, jangan kita lengah, kemudian utamakan anak-anak, terutama balita supaya mereka dalam posisi aman," tutur Anwar.
Diketahui, Anwar mengunjungi total lima desa di Kecamatan Nokilalaki yang terdampak gempa. Selain Kamarora B, adapula desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, dan Kamarora A.
Dari hasil peninjauan, warga terdampak membutuhkan air bersih, terpal atau tenda darurat, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan bagi anak-anak. Kebutuhan air bersih menjadi prioritas karena sejumlah sumber air warga tertutup material longsor pascagempa.
Dari lima desa terdampak, Kamarora B menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Pemprov Sulteng turut menyalurkan 550 unit tenda terpal termasuk bantuan selimut dan tenda portable.
"Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak," terang Anwar.
Status Tanggap Darurat Gempa Ditetapkan
Pemprov Sulteng menetapkan status tanggap darurat usai gempa bumi 6,7 di Palu. Status tanggap darurat ini berlaku di empat wilayah terdampak, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.
Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Nomor: 300.2.1/195/BPBD-C-ST/2026 yang diteken Gubernur Sulteng Anwar Hafid. Status tanggap darurat tersebut berlaku selama tujuh hari mulai 17 hingga 23 Juni 2026.
"Kita menetapkan status tanggap darurat agar seluruh sumber daya pemerintah, TNI, Polri, relawan, dan seluruh pihak terkait dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat terdampak," imbuh Anwar.
(sar/asm)
