Doa Buka Puasa Tasua Hari Ini, Lengkap dengan Waktu Membaca-Keutamaannya

Doa Buka Puasa Tasua Hari Ini, Lengkap dengan Waktu Membaca-Keutamaannya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Rabu, 24 Jun 2026 15:35 WIB
Close-up of religious Muslim woman and her family praying before the meal at dining table on Ramadan.
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/Drazen Zigic)
Makassar -

Puasa Tasua merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam untuk dikerjakan pada 9 Muharram. Berdasarkan kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, puasa Tasua tahun ini jatuh pada hari ini, Rabu, 24 Juni 2026.

Ketika tiba waktu berbuka, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Terkait itu, terdapat doa yang biasa diamalkan Rasulullah SAW ketika berbuka puasa.

Bagi umat Islam yang ingin mengamalkannya, berikut detikSulsel menyajikan doa buka puasa sesuai sunnah. Simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Buka Puasa Tasua

Dilansir dari buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian' karya Muhammad asy-Syafrowi, berikut bacaan doa buka puasa sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW yang dapat dibaca hari ini:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى

ADVERTISEMENT

Arab Latin: Dzahabazh-zhaama'u wabtallatil-'uruqu, wa tsabatal-ajru insyaa Allahu ta'aalaa.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta'ala." (HR Abu Dawud, Daruquthni, Halim, dan Nasa'i)

Waktu Membaca Doa Buka Puasa

Melansir laman resmi Kemenag RI Sulawesi Barat, waktu membaca doa buka puasa dapat dipahami dari makna lafaz yang digunakan dalamnya. Pada doa buka puasa "dzahaba" di atas, terdapat kata bermakna lampau, yakni kata 'telah', yang menunjukkan bahwa rasa haus sudah hilang dan puasa telah selesai dijalani.

Berdasarkan makna tersebut, doa buka puasa "dzahaba" hendaknya dibaca setelah membatalkan puasa. Sejalan dengan itu, ulama Wahba Zuhaili dalam Fiqh al-Islam wa Aditullah menyebutkan bahwa salah satu sunnah puasa adalah berdoa setelah berbuka, sebagaimana disebutkan berikut ini:

الدعاء عقب الفطر

Artinya: "Berdoa setelah berbuka."

Meski demikian, kebiasaan membaca doa buka puasa sebelum berbuka tetap diperbolehkan. Hanya saja, waktu yang lebih diutamakan untuk membacanya yaitu setelah berbuka sebagai Kamal al-Sunnah (kesempurnaan sunnah).

Amalan Sunnah Berbuka Puasa

Selain memanjatkan doa buka puasa, terdapat amalan sunnah lainnya yang diajarkan Nabi Muhammad SAW ketika waktu berbuka tiba. Amalan tersebut antara lain menyegerakan berbuka dan mengawalinya dengan memakan kurma.

Berikut masing-masing penjelasannya sebagaimana disadur dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI):

1. Menyegerakan Berbuka

Anjuran menyegerakan berbuka ketika memasuki waktu Maghrib dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim berikut ini:

. عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Artinya: "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR Bukhari no 1957 - Muslim no 1098)

2. Berbuka dengan Kurma

Umat Islam juga dianjurkan berbuka dengan yang manis-manis, terutama kurma jika ada. Apabil tidak ada kurma, maka cukup berbuka dengan air putih.

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " إِذا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرُ عَلَى تَمْرٍ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرُ عَلَى مَاءٍ ، فَإِنَّهُ طَهُورٌ

Artinya: Dari Nabi SAW beliau bersabda, "Apabila di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena kurma mengandung berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air putih karena air putih itu bersih (dapat menetralisir)." (HR Tirmidzi no 658)

Keutamaan Membaca Doa Buka Puasa

Berdasarkan penjelasan dari laman Rumaysho, momen berbuka puasa termasuk waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Hal ini dikarenakan doa orang yang berpuasa termasuk doa yang mustajab.

Keutamaan tersebut didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Artinya: "Ada tiga doa yang tidak tertolak: (1) Doa pemimpin yang adil, (2) Doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) Doa orang yang terzholimi." (HR Tirmidzi no 3595, Ibnu Majah no 1752. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya no 2408 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar)

Demikianlah bacaan doa buka puasa Tasua yang dapat dibaaca hari ini. Semoga bermanfaat!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads