Umat Islam saat ini tengah berada di bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di bulan yang dimuliakan ini terdapat Hari Asyura yang diperingati setiap 10 Muharram, yang menjadi momen istimewa untuk memperbanyak ibadah dan amalan saleh.
Salah satu amalan yang dianjurkan pada Hari Asyura adalah memanjatkan doa kepada Allah SWT. Melansir buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa siapa saja yang membaca doa Asyura sebanyak 41 kali, maka hatinya tidak akan mati.
Sementara itu, Sayyid Ali al-Ajhuri menjelaskan bahwa orang yang membaca kalimat hasbunallahu wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir akan dijaga Allah SWT dari berbagai keburukan sepanjang tahun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana bacaan doa Hari Asyura 10 Muharram? Di bawah ini detikSulsel telah menyajikan doanya beserta waktu yang dianjurkan untuk membacanya agar amalan tersebut dapat dikerjakan dengan lebih baik.
Simak selengkapnya berikut ini!
Doa Hari Asyura 10 Muharram 1448 H/2026
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرِ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ. وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Arab Latin: Hasbunallaah wani'mal wakil, ni'mal maulaa wani'man nashiir. Subhaanallaahi mil-al miizaani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridhaa wazinatal 'arsyi. Laa malja-a minallaahi illaa ilaihi subhaanallaahi 'adadasy syaf'i wal witir. Wa 'adada kalimatillaahit taammaati kullaha, nas-alukas salaamata birahmatika yaa arhamar raahimiin. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim. Wahuwa hasbunaa wani'mal wakil, ni'mal maulaa wani'man nashiir. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii washahbihii wasallam.
Artinya: "Cukuplah Allah yang menjadi penolong dan kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maha Suci Allah sepenuh mizan (timbangan), setinggi ilmu, sebanyak keridhaan, dan setimbang 'Arsy. Tiada tempat untuk menyelamatkan diri, dan tiada tempat untuk bersandar, melainkan kepada Allah. Maha Suci Allah sebanyak bilangan yang genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat yang sempurna kesemuanya. Saya memohon keselamatan kepada-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan, tiada daya dan kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Cukuplah Allah yang memeliharaku, tempatku berpegang, dan sebaik-baiknya Pemberi pertolongan. Semoga Allah memberikan rahmat atas nabi kita, penghulu kami, Muhammad. Kemudian, juga kepada keluarga dan para sahabat nabi ke semuanya."
Waktu Membaca Doa Asyura 2026
Pada 2026, terdapat perbedaan penetapan awal Muharram 1448 H antara pemerintah dan Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama (NU). Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama serta Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, 10 Muharram 1448 H atau Hari Asyura jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Sementara itu, menurut ketetapan NU, Hari Asyura bertepatan dengan Jumat, 26 Juni 2026.
Doa Asyura dianjurkan dibaca setelah masuk waktu Maghrib pada Hari Asyura. Dengan demikian, bagi yang mengikuti penetapan pemerintah dan Muhammadiyah, doa tersebut dapat diamalkan mulai setelah salat Maghrib pada Kamis, 25 Juni 2026. Adapun bagi warga NU, doa Asyura dapat dibaca mulai setelah salat Maghrib pada Jumat, 26 Juni 2026.
Mengenai tata cara mengamalkannya, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Sebagian ulama membolehkan doa Asyura dibaca secara langsung setelah Maghrib tanpa didahului amalan tertentu. Sementara itu, sebagian ulama lainnya menganjurkan untuk mendahuluinya dengan melaksanakan salat sunnah empat rakaat yang dikerjakan dua kali salam.
Dalam tata cara tersebut, pada setiap rakaat dianjurkan membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas sebanyak 50 kali. Setelah salat sunnah selesai, barulah doa Hari Asyura dibaca sebagai salah satu amalan pada malam 10 Muharram.
Hikmah di Balik Keutamaan 10 Muharram
Keutamaan Hari Asyura pada 10 Muharram tidak hanya menghadirkan pahala bagi orang yang mengamalkan berbagai ibadah sunnah, tetapi juga menyimpan banyak hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan hari istimewa ini, umat Islam diajak untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Berikut beberapa hikmah yang dapat dipetik dari keutamaan 10 Muharram yang dilansir dari laman Baznas yakni:
- Menguatkan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT.
Kisah-kisah para nabi yang terjadi pada Hari Asyura mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-Nya yang beriman dan bertawakal. - Melatih kesabaran dan keteguhan hati.
Peringatan Hari Asyura menjadi pengingat agar setiap Muslim tetap sabar dan teguh dalam menghadapi berbagai ujian serta kesulitan hidup. - Mendorong peningkatan ibadah.
Momentum 10 Muharram dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amalan, seperti berpuasa, berdoa, berzikir, membaca Al-Qur'an, dan memohon ampun kepada Allah SWT. - Menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Hari Asyura juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak sedekah dan berbagi kepada orang yang membutuhkan sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Hal yang Perlu Dihindari Saat 10 Muharram
Selain itu berikut beberapa hal yang perlu dihindari saat 10 Muharram:
- Meyakini adanya keutamaan atau kekuatan khusus tanpa dalil yang sahih.
Jangan meyakini suatu amalan atau kepercayaan yang tidak memiliki landasan dari Al-Qur'an maupun hadis yang dapat dipertanggungjawabkan. - Melakukan ritual yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW.
Hindari berbagai bentuk ibadah atau tradisi yang tidak memiliki dasar dalam syariat Islam. - Berlebihan dalam memperingati Hari Asyura.
Peringatan Hari Asyura hendaknya diisi dengan memperbanyak ibadah sesuai tuntunan, bukan dengan sikap berlebihan atau praktik yang menyimpang dari ajaran Islam. - Menyebarkan hadits lemah atau palsu.
Pastikan setiap informasi mengenai keutamaan Muharram maupun Hari Asyura bersumber dari hadis yang sahih atau penjelasan ulama yang tepercaya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Itulah doa Hari Asyura 10 Muharram, waktu membaca doanya, hingga hal-tal yang perlu dihindari saat 10 Muharrram. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(urw/urw)
