Momen Festival Durian Enrekang Ricuh hingga Pengunjung Rebutan Buah

Momen Festival Durian Enrekang Ricuh hingga Pengunjung Rebutan Buah

Muhclis Abduh - detikSulsel
Rabu, 01 Jul 2026 14:20 WIB
Festival Durian di Enrekang berakhir ricuh hingga pengunjung berebut buah.
Foto: dok istimewa
Enrekang -

Festival Durian yang digelar Pemkab Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir ricuh hingga pengunjung rebutan buah di lokasi. Pengunjung juga meluapkan kekecewaannya dengan mencari panitia dan meminta uang dikembalikan.

Momen pengunjung rebutan buah durian di lokasi terekam kamera warga. Dalam rekaman video dilihat detikSulsel, tampak sejumlah pengunjung berdesakan memadati lokasi festival di Kebun Raya Massenrempulu.

Warga kemudian berebut durian yang berada di dalam karung. Ada yang berhasil mengambil satu, dua hingga empat biji lalu meninggalkan kerumunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Personel Satpol PP di lokasi tampak kewalahan mengarahkan pengunjung yang berebut. Sementara pengunjung lainnya hanya menyaksikan warga yang berebut buah durian.

Sementara dalam video lain, tampak antrean mobil di depan Kebun Raya Massenrempulu. Mereka mengaku putar balik karena tidak kebagian durian padahal sudah membeli tiket.

ADVERTISEMENT

Pengunjung kemudian memperlihatkan tiket yang sudah dibeli. Pengunjung lalu mencari panitia yang sudah tidak berada di lokasi atau titik pembelian tiket.

"Kecewa orang, kecewa orang tidak ada durian, baru ki sampai habis, marah orang," kata pria dalam video beredar.

Festival Durian itu berlangsung di Kebun Raya Massenrempulu, Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Enrekang pada Selasa (30/6/2026). Warga bernama Faizal mengatakan pengunjung membludak sehingga banyak yang tidak kebagian durian.

"Tadi banyak sekali warga beli tiket tapi tidak kebagian durian," kata seorang warga bernama Faizal kepada wartawan, Selasa (30/6).

Dia menilai panitia tidak menyediakan stok durian sesuai karcis yang dijual. Akibatnya, banyak pengunjung yang sudah membeli karcis tidak mendapatkan durian.

"Kecewa itu karena rugi karcis. Wajar kalau kami marah karena keluar ki tanpa bawa durian padahal ada mi karcis sudah dibeli," terangnya.

Pj Sekda Enrekang Zulkarnain mengakui tingginya animo masyarakat terhadap festival tersebut. Atas nama panitia, ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan secara maksimal.

"Iya, sangat tinggi animo masyarakat. Niat awal kami adalah memberikan pasar kepada petani durian di desa-desa, pedagang UMKM, dan pedagang durian agar memiliki ruang untuk mendapatkan pasar yang lebih luas," kata Zulkarnain.

Dia mengaku berada langsung di lokasi saat acara berlangsung. Menurutnya, memang terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan kegiatan akibat tingginya antusiasme masyarakat, namun dia mengklaim kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan kericuhan.

"Saya berada di lokasi. Memang ada beberapa tantangan, tetapi alhamdulillah tidak ada kericuhan," jelasnya.




(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads