Penjahit Bendera di Polman Kebanjiran Order Jelang Piala Dunia 2026

Sulawesi Barat

Penjahit Bendera di Polman Kebanjiran Order Jelang Piala Dunia 2026

Abdy Febriady - detikSulsel
Kamis, 04 Jun 2026 14:39 WIB
Penjahit bendera bernama Naharullah (58) di Polmankebanjiran order jelang Piala Dunia 2026.
Foto: Penjahit bendera bernama Naharullah (58) di Polmankebanjiran order jelang Piala Dunia 2026. (Abdy Febriady/BeritaKlik)
Polman -

Penjahit bendera bernama Naharullah (58) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) kebanjiran order jelang pelaksanaan World Cup atau Piala Dunia 2026. Dia memproduksi berbagai bendera negara peserta piala dunia yang pemesannya berdatangan dari sejumlah daerah.

"Setiap mau piala dunia pasti banyak pesanan bendera," ungkap Naharullah kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Naharullah merupakan warga Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa. Dia tinggal di perkampungan yang hampir semua warganya merupakan pecinta sepakbola.

Menurut pria tiga anak itu, profesi sebagai penjahit bendera ditekuni sejak tahun 1990 dan dipelajari secara otodidak. Dia mengaku awalnya hanya menjahit bendera merah putih untuk perahu nelayan.

Seiring berjalannya waktu, warga mulai berdatangan meminta dijahitkan bendera negara yang menjadi tim andalan dalam pelaksanaan piala dunia.

"Awalnya sebenarnya hanya jahit bendera merah putih yang biasanya terpasang di perahu nelayan. Setelah masuk piala dunia banyak warga datang minta tolong dijahitkan bendera tim kesayangan," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui, pesanan bendera negara peserta piala dunia sudah berdatangan sebulan sebelum pelaksanaan kompetisi sepakbola yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali itu.

"Satu bulan menjelang piala dunia sudah banyak yang pesan bendera," ujarnya.

Lanjut Naharullah, proses menjahit bendera pesanan warga kerap dilakukan mulai pagi hingga malam hari. Meski usianya tak lagi muda, dia masih cekatan menjahit berbagai jenis bendera sesuai pesanan warga.

"Karena banyaknya pesanan, saya biasa kerja dari pagi sampai malam," tuturnya meyakinkan.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan, bendera yang dijahitnya dijual dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kerumitan proses pembuatan. Ukuran 1,5 meter dijual seharga Rp 50 ribu dan ukuran 2 meter dijual Rp 130 ribu.

"Harga mulai dari 50 ribu hingga 130 ribu tergantung ukuran dan kerumitan proses pembuatan. Bahkan ada bendera yang sampai satu juta harganya, kemarin ada bendera Spanyol ukuran tujuh meter harganya itu satu juta," ucapnya meyakinkan.

Rata-rata dalam sehari, Naharullah mampu menjahit tiga hingga enam bendera. Dalam sekali musim pelaksanaan piala dunia total omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp 20 juta.

"Kalau piala dunia kemarin, pesanan juga datang dari luar daerah seperti Kendari, Samarinda dan Makassar. Kalau musim lalu omzetnya mencapai 20 juta selama piala dunia, bahkan saya tidak sempat nonton karena terlalu banyak pesanan," tandas pria yang menjagokan tim Prancis itu.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads