4 Fakta Serda Hamdani Gugur Usai KKB Bakar Pos Perusahaan Tambang Emas Nabire

4 Fakta Serda Hamdani Gugur Usai KKB Bakar Pos Perusahaan Tambang Emas Nabire

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 24 Feb 2026 08:30 WIB
Jenazah Serda Hamdani korban serangan KKB dipulangkan ke kampung halamannya di Maros, Sulawesi Selatan.
Foto: Jenazah Serda Hamdani korban serangan KKB dipulangkan ke kampung halamannya di Maros, Sulawesi Selatan. (Muhammad Subhan/detikSulsel)
Maros -

Anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih bernama Serda Hamdani gugur usai kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang dan membakar pos perusahaan tambang emas, PT Kristalin Eka Lestari di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Jenazah prajurit itu telah dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Diketahui, pos pengamanan kamtibmas PT Kristalin Ekalestari dibakar KKB pimpinan Aibon Kogoya di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT. Dua orang meninggal dalam kondisi luka bakar berat.

"Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Minggu (22/2).

Dirangkum detikSulsel, Selasa (24/2/2026), berikut 4 fakta Serda Hamdani gugur usai KKB bakar pos perusahaan tambang emas di Nabire:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Keluarga Dapat Kabar dari Rekan Korban

Identitas Serda Hamdani terungkap dari keterangan ayahnya, Hamka saat ditemui wartawan di kediamannya di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros. Hamka mengaku mendapatkan informasi dari teman Serda Hamdani terkait kabar kematian anaknya pada Sabtu (21/2) malam.

ADVERTISEMENT

"Saya dapat informasi korban atas nama Hamdani dengan tanggal kelahirannya itu 30 Agustus tahun 90 makanya langsung saya tahu, oh ini anak saya," kata Hamka kepada wartawan, Minggu (22/2).

Dia juga mengaku mendapat firasat pada malam dirinya mendapat informasi kematian anaknya. Sepulang dari salat zuhur di masjid, untuk pertama kalinya dia menatap lama foto sang anak yang terpajang di dinding rumah.

"Saya habis pulang dari salat zuhur dari masjid itu baru kali itu saya tatap fotonya anak saya yang ada di dinding ternyata seperti itu kabar yang mau saya terima," ucapnya.

2. Serda Hamdani di Mata Keluarga

Di mata keluarga, Serda Hamdani dikenal sebagai pribadi yang baik dan taat beragama. Hamdani tidak pernah memiliki musuh atau bermasalah dengan orang lain di sekitar tempat tinggalnya.

"Selama saya lihat itu tidak pernah ada musuh tidak pernah, baik semua sama temannya. Kemudian kalau dari segi agama kalau dia datang ke sini dia itu setiap masuk waktu salat pasti ada di masjid," kata Hamka.

Hamka juga mengenal anaknya sebagai muslim yang taat. Serda Hamdani kerap membaca Al-Qur'an bahkan kerap berulang kali khatam meski di luar bulan Ramadan.

"Saya sendiri biasa paling satu kali, dia itu tiga kali paling sedikit di luar bulan Ramadan pun habis salat subuh, habis salat magrib pasti dia mengaji kalau pulang," tutur Hamka.

3. Serda Hamdani Tinggalkan Istri dan 2 Anak

Hamka mengungkapkan bahwa Serda Hamdani merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Hamdani memiliki seorang istri dan dua orang anak di Kabupaten Maros.

Serda Hamdani sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui pesan elektronik pada Minggu (15/2). Korban juga sempat berbincang dengan istrinya.

"Kalau komunikasi lewat chatnya itu tanggal 15 yang lalu. Cuma istrinya kemarin masih sempat bicara jam 1 siang," tutur Hamka.

Hamka mengaku keluarga sudah ikhlas dengan kepergian Serda Hamdani. Hamka menerima kematian anaknya sebagai sebuah takdir.

"Sama istri saya, saya bilang sabar, mungkin inilah yang terbaik yang diberikan oleh Allah SWT, beliau mendahului kita, mudah-mudahan dia di sana nanti menjemput dengan baik," jelasnya.

4. Jenazah Serda Hamdani Langsung Dimakamkan

Jenazah Serda Hamdani tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (23/2) sore. Sebanyak 50 personel TNI AD dari Kodim 1422/Maros menggelar upacara militer menyambut kedatangan jenazah.

"Upacara ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada almarhum atas dedikasi dan pengabdiannya," ujar Pasi Pers Kodim 1422/Maros, Lettu Inf Mustamin kepada wartawan, Senin (23/2).

Tangis keluarga pecah saat peti jenazah diserahkan secara resmi. Sejumlah kerabat dan personel TNI yang telah bersiaga tampak memberikan penghormatan terakhir.

Setelah rangkaian upacara selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah lalu diantar ke rumah duka di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros.

"Rencana jenazah disambut disini, kemudian kita antar ke rumah duka di Pucak, Tompobulu," tuturnya.

Mustamin menambahkan, jenazah Serda Hamdani rencana langsung dimakamkan. Pihaknya menyerahkan ke keluarga terkait jadwal pemakaman.

"(Pemakaman jenazah Serda Hamdani) Direncanakan hari ini di Pucak," kata Mustamin.

Halaman 2 dari 3
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads