Bupati Maybrat, Karel Murafer mendesak aparat TNI dan Polri untuk memburu anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menembak 2 prajurit TNI AL hingga gugur di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Karel juga meminta agar dua senjata api (senpi) marinir yang dirampas pelaku segera diamankan.
"Saya selaku kepala daerah meminta kepada pihak kepolisian dan TNI mengejar para pelaku dan mencari dua pucuk senjata yang dibawa kabur," tegas Karel dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Karel telah melakukan rapat koordinasi menindaklanjuti persoalan ini di Mapolres Maybrat, Senin (23/3). Dalam rapat yang dihadiri unsur forkopimda dan tokoh masyarakat itu, Karel menegaskan fokus utama pada stabilisasi keamanan serta pemulihan kondisi sosial masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karel menyesalkan penembakan yang juga melukai satu prajurit TNI AL tersebut. Dia menegaskan rapat tersebut merupakan langkah awal pemerintah daerah dalam merespons serius aksi penyerangan terhadap aparat negara.
"Jadi kami pemerintah daerah sudah mengambil langkah pertama berkaitan tindakan penyerangan terhadap satgas Marinir yang bertugas mengamankan NKRI di wilayah Maybrat," kata Karel.
Pemerintah juga menyiapkan skema penanganan dampak sosial, termasuk penyaluran bantuan bahan makanan kepada warga di sekitar lokasi kejadian. Selain itu membangun komunikasi langsung dengan elemen masyarakat lokal di Distrik Aifat Selatan.
"Jadi rapat penanganan pasca insiden penyerangan itu Pemda Maybrat bersama pihak Polres dan Kodim telah mengatur rencana untuk pertemuan selanjutnya bersama tokoh agama, tokoh adat, tokoh intelektual yang ada di distrik Aifat Selatan," paparnya.
Langkah ini dinilai sebagai strategi pendekatan sosial untuk meredam potensi konflik lanjutan. Dia mengatakan, kehadiran aparat keamanan di Maybrat merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam menjaga keutuhan wilayah dan melindungi masyarakat sipil.
Pemkab Maybrat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh situasi pasca insiden. Aktivitas warga diminta berjalan normal dengan jaminan keamanan dari aparat gabungan.
"Kami akan turun menemui masyarakat dan memberikan bantuan bahan makanan bagi masyarakat di Kampung Sori. TNI hadir untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, penembakan tersebut terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Minggu (22/3) sekitar pukul 07.00 WIT. Tiga prajurit TNI AL menjadi korban dalam kontak tembak di lokasi kejadian.
"Peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, sehingga mengakibatkan putra terbaik bangsa 3 orang yang kena tembak, lalu 2 yang sudah gugur, 1 lagi dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Kota Sorong," kata Karel kepada wartawan, Minggu (22/3).
Dua marinir yang gugur dalam kontak tembak, yakni Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio dan Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra. Kedua jenazah sudah dipulangkan keluarga setelah melalui upacara persemayaman dan pelepasan.
"Saat ini fokus utama kami adalah memberikan penghormatan terakhir yang layak kepada para patriot negara, serta memastikan seluruh hak-hak almarhum dan keluarga yang ditinggalkan terpenuhi dengan baik," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul dalam keterangannya, Selasa (24/3).
(sar/ata)
