Barbar Jemaat di Sangihe Aniaya Pendeta-Istri Saat Hendak Pimpin Ibadah

Sulawesi Utara

Barbar Jemaat di Sangihe Aniaya Pendeta-Istri Saat Hendak Pimpin Ibadah

Tim BeritaKlik - detikSulsel
Rabu, 08 Apr 2026 07:30 WIB
Pendeta Jems Nayoan dan istrinya dianiaya jemaatnya saat hendak memimpin ibadah di Sangihe.
Foto: Edi Wahyono
Kepulauan Sangihe -

Nasib malang menimpa pendeta bernama Jems Nayoan dan istrinya, DS alias Ece di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). Jems dan istrinya dianiaya oleh jemaatnya berinisial TK saat hendak memimpin ibadah di Gereja Advent Kasih Karunia.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Nagha II, Kecamatan Tamako, Kepulauan Sangihe pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 09.00 Wita. Korban langsung melaporkan pelaku ke Polsek Tamako atas dugaan penganiayaan.

"Dugaan tindak pidana penganiayaan diduga dilakukan oleh jemaatnya, terlapor TK terhadap korban Pendeta Jems dan istrinya DS alias Ece," kata Kasat Reskrim Polres Sangihe, Iptu Stefi Sumolang kepada BeritaKlik, Senin (6/4/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut video kejadiannya:

View this post on Instagram

ADVERTISEMENT

Stefi mengatakan pihaknya telah mengambil keterangan kedua korban sementara terlapor baru dilakukan pemanggilan. Terlapor dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Rabu (8/4).

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap korban DS, istri dari Pendeta Jems. Terlapor akan dilakukan pemeriksaan dan sudah dilakukan pemanggilan," ujar Stefi.

Pendeta Hendak Pimpin Ibadah

Kasus ini bermula ketika Jems dan istrinya serta seorang pendeta muda inisial RL hendak melakukan ibadah di Gereja Advent Kasih Karunia di Kampung Nagha II Tamako sekitar pukul 08.30 Wita. Namun saat tiba di lokasi, gereja masih dalam kondisi terkunci.

"Pendeta Jems bersama istrinya dan pendeta muda berinisial RL menuju ke gereja, tapi setelah sampai pintu terkunci," kata Stefi.

Pendeta Jems kemudian meminta istrinya ke rumah salah satu warga berinisial SP untuk meminta tolong agar ke rumah TK menanyakan kunci pintu gereja. Namun TK menolak memberikan kunci yang diminta.

"Tidak lama SP kembali dan memberitahukan bahwa terlapor tidak mau memberikan kunci pintu gereja, malah mengatakan bahwa Pendeta Jems tidak boleh datang ke rumah, dan jika datang akan dipukul," beber Stefi.

Pendeta Jems lalu meminta istrinya untuk menunggu di SP, sementara dirinya mendatangi rumah TK sekaligus mengantar buku Sekolah Sabat. Hanya saja, istrinya ternyata menyusul ke rumah TK menggunakan sepeda motor.

"Karena tak diberi boncengan oleh pendeta Jems, istrinya berboncengan dengan pendeta muda RL mengikuti dari belakang," imbuhnya.

Setelah tiba di lokasi, Pendeta Jems terlebih dahulu bertemu dengan ayah TK. Selanjutnya TK datang dan terlibat cekcok dengan Pendeta Jems hingga terjadi aksi dorongan dan pemukulan.

"Setelah itu istri pendeta Jems melihat lelaki terlapor datang mendekati suaminya dan mendorong, lalu memukul dengan tangan sebanyak satu kali dan mengenai bagian punggung," ucap Stefi.

Pelaku Rampas HP Istri Pendeta

DS lalu mendekat untuk melihat kejadian tersebut namun TK mendorongnya hingga terjatuh dan kepala terbentur di beton jalan. DS kemudian bangun dan berjalan lebih dulu sambil menangis kesakitan ke arah jalan raya lalu merekam video kejadian itu melalui ponselnya.

Cekcok antara Pendeta Jems dan TK sempat terhenti ketika korban berjalan ke arah jalan raya. Namun pelaku kembali mendatangi korban dan melakukan pemukulan.

"Saat Pendeta Jems di jalan raya dan hendak bersalaman dengan perempuan CT, tiba-tiba terlapor datang mendekatinya dan kembali melakukan pemukulan menggunakan tangan sebanyak satu kali dan mengenai bagian punggung," katanya.

Selanjutnya TK mengambil helm yang ada di motor Pendeta Jems dan membantingnya di aspal sehingga rusak. Setelah itu TK menghampiri istri Pendeta Jems dan meminta untuk menghapus video yang direkamnya.

"Terlapor kemudian memegang DS dengan menggunakan kedua tangannya dari belakang dengan sangat kuat dan merampas handphonenya," bebernya.

Namun Pendeta Jems langsung merampas kembali handphone istrinya yang dipegang oleh TK. Setelah kejadian tersebut, Pendeta Jems dan istri serta RL langsung ke Gereja Advent Alfa Omega Pokol.

"Setelah dari gereja, Pendeta Jems ke Polsek Tamako dan melaporkan kejadian tersebut," pungkas Stefi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: ART Bantah Tuduhan soal Sebar Data Pribadi-Pakai Baju Anak Erin"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads