Pembelaan Istri Polisi di Konsel Siram Pasutri Air Panas Saat Ditagih Utang

Sulawesi Tenggara

Pembelaan Istri Polisi di Konsel Siram Pasutri Air Panas Saat Ditagih Utang

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 29 Mei 2026 08:02 WIB
Ilustrasi contoh liabilitas.
Ilustrasi. Foto: rupixen.com/Unsplash
Konawe Selatan -

Istri polisi bernama Ridayani di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), menyiram pasangan suami istri (pasutri) menggunakan air panas saat ditagih utang. Ridayani beralasan aksinya dipicu sikap korban yang tidak sopan karena teriak-teriak di depan rumahnya.

Insiden itu terjadi saat korban bernama Dian Lestari bersama suaminya datang untuk menagih utang ke rumah Ridayani di Kelurahan Ranomeeto, Kecamatan Ranomeeto, Senin (25/5) sekitar pukul 11.00 Wita. Korban pun melaporkan kejadian itu ke polisi.

Dian awalnya mengaku datang bersama suaminya dengan baik-baik dengan maksud menagih utang. Namun bukannya dibayar, ia justru disiram air panas oleh Ridayani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sama suami datang baik-baik untuk meminta uang yang dipinjam, malah disiram air panas. "Sudah melapor ke Polresta Kendari," kata Dian kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).

Dian mengatakan dirinya bersama sang suami awalnya diterima di teras rumah oleh Ridayani. Namun situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok antara kedua belah pihak dan Ridayani mengeluarkan ancaman menyiramnya.

ADVERTISEMENT

Saat itu, Ridayani disebut masuk ke dalam rumah lalu kembali membawa gayung berisi air panas. Tak lama kemudian, air panas tersebut disiramkan ke arah Dian bersama suaminya.

"Dia menarik tangan saya dan langsung menyiramkan air panas ke badan saya," beber Dian.

Akibat kejadian tersebut, Dian dan suaminya mengalami luka bakar di bagian dada, perut, hingga paha sebelah kiri. Keduanya kemudian menuju Puskesmas Ranomeeto untuk mendapatkan penanganan medis.

Usai menjalani perawatan, pasutri itu kemudian mendatangi Polresta Kendari untuk melaporkan kejadian yang dialami. Dian berharap laporannya dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Saya berharap laporan ini segera diproses dan ada keadilan atas kejadian yang saya alami," katanya.

Pembelaan Istri Polisi Siram Pasutri Air Panas

Ridayani kemudian angkat bicara soal kasus tersebut. Ia mengaku kesal lantaran korban teriak-teriak hingga didengar oleh tetangganya.

"Coba konfirmasi yang bersangkutan, apakah dia datang ke rumah orang dengan sopan? Padahal saya sambut dengan baik," kata Ridayani kepada wartawan, Rabu (27/5).

Ridayani berdalih melakukan tindakan itu bukan tanpa alasan. Dia mengaku emosi setelah pasutri tersebut datang sambil berteriak di depan rumahnya.

"Dia datang marah-marah dan teriak-teriak di depan rumah," ujarnya.

Dia menjelaskan persoalan itu bermula dari urusan utang dalam bisnis jual beli solar. Menurutnya, korban merupakan pengepul yang memiliki hubungan transaksi dengannya.

"Masalahnya ini soal utang piutang bisnis solar," bebernya.

Ridayani menilai narasi yang beredar di masyarakat tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lokasi kejadian. Dia mengaku memiliki rekaman CCTV yang disebut bisa memperjelas insiden tersebut.

"Versinya tidak seperti yang beredar. Ada juga rekaman CCTV yang bisa memperjelas kejadian," bebernya.

Ia juga berencana mengambil langkah hukum terkait persoalan itu. Bahkan, Ridayani menegaskan siap melaporkan balik pihak yang menuding dirinya melakukan penyiraman air panas secara sengaja.

"Saya juga akan melapor balik. Ada bukti CCTV, nanti saya buka," pungkasnya.




(asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads