Siksa Istri hingga Tewas, Pria Konsel Rawat Jasad Korban Berharap Hidup Lagi

Sulawesi Tenggara

Siksa Istri hingga Tewas, Pria Konsel Rawat Jasad Korban Berharap Hidup Lagi

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Minggu, 31 Mei 2026 22:20 WIB
Suami di Konsel tega menyiksa istrinya hingga tewas.
Foto: Suami di Konsel ditangkap usai diduga menyiksa istrinya hingga tewas. (dok. Istimewa)
Konawe Selatan -

Suami berinisial IS (28) di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), menganiaya secara sadis istrinya, AS (24) hingga tewas. Pelaku juga sempat memandikan dan merawat jasad istrinya berharap korban hidup lagi.

"Pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya BTN Griya Resky Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Konsel pada Sabtu (30/5) malam. Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka lebam pada bagian wajah dan lengan korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari hasil penyelidikan awal ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujarnya.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima informasi dari masyarakat. Pelaku pun langsung ditangkap tidak lama setelah mayat korban ditemukan.

ADVERTISEMENT

"Pelaku mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ungkap Welliwanto.

Pelaku melakukan penganiayaan dengan menginjak tangan korban dalam posisi terbaring. Pelaku lalu menendang tangan korban hingga tidak bisa digerakkan.

Polisi menyebut aksi kekerasan terjadi secara berulang sebelum korban meninggal. Korban juga sempat mengeluhkan sakit setelah mengalami penganiayaan tersebut.

Setelah mengetahui korban tidak lagi bernyawa, pelaku masih berupaya membangunkan istrinya. Pelaku juga sempat membersihkan tubuh korban dan mengganti pakaiannya.

"Pelaku mengaku sempat membersihkan korban dan berharap korban masih bisa hidup kembali," tuturnya.

Dugaan sementara, aksi penganiayaan dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban. Polisi menyebut pelaku mengaku curiga korban memiliki hubungan dengan pria lain.

"Pelaku cemburu dikarenakan korban seringkali berselingkuh dengan lelaki lain," ungkap Welliwanto.

Saat ini polisi masih melengkapi alat bukti termasuk hasil visum dan autopsi dari RS Bhayangkara Kendari. Penyidik juga masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kasus ini masih dalam proses penyidikan untuk melengkapi pembuktian dan pemberkasan perkara," pungkasnya.




(sar/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads