Nahas Gadis ABG di Jayapura Cekcok dengan Ibu Tiri Berujung Tewas Dibakar

Nahas Gadis ABG di Jayapura Cekcok dengan Ibu Tiri Berujung Tewas Dibakar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 20 Jun 2026 08:30 WIB
Gadis ABG di Jayapura tewas dibakar ibu tirinya.
Gadis ABG di Jayapura tewas dibakar ibu tirinya. Foto: (dok. istimewa)
Jayapura -

Nasib malang dialami gadis ABG berinisial DEP (15) di Kabupaten Jayapura, Papua. DEP tewas dibakar ibu tirinya, DY (67) usai keduanya terlibat cekcok.

Insiden itu terjadi di sebuah kedai pinang yang berada di pinggir jalan menuju Kalkhote, Kampung Nolokla, Sentani Timur, Sabtu (6/6) sekitar pukul 22.40 WIT. Peristiwa bermula ketika korban dan pelaku terlibat cekcok hebat.

"Dari hasil keterangan sejumlah saksi, peristiwa tersebut diduga bermula saat terjadi pertengkaran antara korban dan terduga pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku yang tersulut emosi lantas mengambil bahan bakar yang ada di rumahnya. Selanjutnya pelaku menyiram korban dengan bahan bakar tersebut lalu menyalakan api hingga membuat korban terbakar.

"Dalam kondisi emosi, terduga pelaku diduga menyiramkan bahan bakar kepada korban dan kemudian menyalakan api hingga menyebabkan tubuh korban terbakar," ungkap Axel.

ADVERTISEMENT

Sementara korban, sempat mencoba menyelamatkan diri dari apa yang membakar tubuhnya. Korban lari meminta pertolongan lalu menceburkan diri ke dalam kolam penampungan air milik warga.

"Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengamankan terduga pelaku hingga aparat kepolisian tiba di lokasi," bebernya.

Warga yang melihat korban meringis kemudian memberikan pertolongan dan mengevakuasinya ke Puskesmas Kampung Harapan untuk mendapatkan penanganan medis awal. Selanjutnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Dian Harapan guna menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dideritanya.

Korban Tewas Usai 12 Hari Dirawat di RS

Sayangnya, setelah 12 hari menjalani perawatan intensif, korban akhirnya dinyatakan meninggal. Karena itu, AKP Axel memastikan proses hukum akan tetap berjalan secara profesional.

"Setelah menjalani perawatan intensif selama 12 hari di Rumah Sakit Dian Harapan, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka bakar yang dideritanya," ucapnya.

AKP Axel menyebut pihaknya juga masih menunggu laporan resmi dari keluarga korban terkait kejadian itu. Dengan begitu, polisi memiliki dasar untuk melakukan proses hukum.

"Saat ini pihak keluarga korban belum membuat laporan polisi secara resmi baik di Polres Jayapura maupun di Polsek Sentani Timur. Sampai saat ini kami masih menunggu pihak keluarga korban untuk membuat laporan polisi sebagai dasar proses hukum lebih lanjut," katanya.

Korban Sempat Minta Didampingi Pelaku di RS

AKP Axel mengungkapkan, korban sempat meminta pelaku yang mendampinginya selama menjalani perawatan medis. Atas dasar kemanusiaan, permintaan itu pun dituruti oleh polisi.

"Dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan, serta karena terduga pelaku merupakan orang tua korban dan korban sendiri meminta agar didampingi selama menjalani perawatan medis, kepolisian memberikan kesempatan kepada terduga pelaku untuk mendampingi korban di rumah sakit," katanya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Mencicipi Papeda Khas Kuliner Tradisional Jayapura, Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads