Balita perempuan berusia 3 tahun tewas setelah diperkosa ayah kandungnya berinisial R (22) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Usut punya usut, korban juga kerap mengalami penganiayaan oleh ibu tiri korban, TE (29) selama tinggal bersama.
Kasus ini bermula setelah polisi menyelidiki kematian korban yang tidak wajar. Korban meninggal dunia dalam perawatan di puskesmas Kecamatan Latambaga, Selasa (16/6) sekitar pukul 12.00 Wita.
"Iya benar korban diduga diperkosa ayah kandungnya," kata Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka Aiptu Riswandi dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum BeritaKlik hingga Senin (29/6), berikut 7 fakta balita berusia 3 tahun tewas usai diperkosa ayah kandung dan dianiaya ibu tirinya:
1. Pelaku Perkosa Korban Saat Tertidur
Pemerkosaan ini terjadi di rumah pelaku di Kecamatan Latambaga pada Senin (15/6) sekitar pukul 00.30 Wita. Polisi belum merinci kronologi kejadiannya namun pelaku melakukan aksi kejahatannya saat korban tertidur.
"Kejadian pemerkosaan itu terjadi di rumahnya pelaku sendiri saat korban tertidur," ujar Wakapolres Kolaka Kompol Mochamad Salman dalam keterangannya, Rabu (17/6).
Keesokan harinya, pelaku yang aksinya belum diketahui pun berangkat bekerja pada Selasa (16/6) 07.00 Wita. Pelaku masih sempat mengantar istrinya alias ibu tiri korban ke pasar.
Sementara korban dan saudaranya bermain di halaman depan rumah. Istri pelaku pun pulang dari pasar lalu meminta korban dan anaknya masuk dalam rumah sekitar pukul 08.00 Wita.
2. Korban Mengeluh Kesakitan hingga Muntah
Saat berada dalam rumah, korban dimandikan oleh tirinya. Saat itu, korban tiba-tiba mengeluh kesakitan pada bagian alat vitalnya hingga terus menangis.
"Korban mengeluhkan sakit pada saat buang air kecil maupun buang air besar," ucap Salman.
Setelah dimandikan, ibu korban memberi makan untuk anaknya. Korban lantas kembali mengeluh kesakitan pada area kemaluannya hingga akhirnya muntah-muntah.
"Korban muntah-muntah melalui mulut dan hidung hingga membuat ibunya panik," tuturnya.
3. Korban Tewas dengan Tubuh Penuh Luka
Balita tersebut kemudian dilarikan ke puskesmas. Namun nyawa korban tidak tertolong hingga dinyatakan meninggal pada Selasa (16/6) sekitar pukul 12.00 Wita.
"Korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak puskesmas," ungkap Salman.
Dari hasil pemeriksaan medis terungkap tubuh korban dipenuhi bekas luka memar. Hasil visum juga menunjukkan area kemaluan korban mengalami luka parah.
"Dokter sudah melihat kondisi korban terdapat beberapa bagian tubuhnya terdapat memar," beber Salman.
4. Pemicu Ayah Kandung Perkosa Balita
Kematian korban yang tidak wajar akhirnya diusut polisi hingga pelaku ditangkap pada hari yang sama korban meninggal. Pelaku yang merupakan ayah kandung korban langsung ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka.
"Tersangka mengakui perbuatannya melakukan pemerkosaan terhadap korban yang merupakan anak kandungnya sendiri," ungkapnya.
Pelaku memperkosa anaknya secara sadis karena pengaruh film porno. Fakta ini terungkap berdasarkan temuan video porno di handphone pelaku.
"Pelaku melakukan perbuatan tersebut karena sering menonton video porno yang tersimpan di handphone-nya," ungkap Salman.
5. Pelaku Pernah Cabuli Anak Tirinya
Dari hasil interogasi terungkap pelaku juga kerap menganiaya korban. Penganiayaan terjadi sebelum korban tewas karena diperkosa.
"Jadi selain melakukan pemerkosaan, pelaku pernah memukul dan menyulut api rokok pada beberapa bagian tubuh korban," imbuh Salman.
Mirisnya, pelaku ternyata juga pernah mencabuli anak tirinya yang masih berusia 7 tahun. Dugaan pencabulan ini masih diselidiki lebih lanjut.
"Pelaku juga pernah melakukan pencabulan terhadap anak tirinya. Pencabulan terhadap korban itu pada saat sedang tertidur," terang Salman.
6. Ibu Tiri Juga Jadi Tersangka Penganiayaan
Polisi yang melakukan penyidikan lebih lanjut turut menetapkan ibu tiri korban, TE usai diperiksa di Mapolres Kolaka, Jumat (26/6). Tersangka langsung ditahan.
"Kami tetapkan ibu tiri korban sebagai tersangka penganiayaan dan kekerasan terhadap anak," kata Kasatreskrim Polres Kolaka AKP Fernando Oktober kepada BeritaKlik, Minggu (28/6).
Polisi menduga korban telah lama mengalami kekerasan selama tinggal bersama kedua tersangka. Dugaan itu diperkuat dari hasil penyelidikan serta temuan-temuan yang diperoleh selama proses penyidikan.
"Selama ini korban tinggal bersama kedua tersangka. Dugaan kami, selama hidup bersama mereka, korban kerap mengalami berbagai bentuk kekerasan," imbuh Fadli.
7. Ibu Tiri Paksa Balita Makan Nasi Mentah
Dari hasil pemeriksaan sementara, ibu tiri berdalih menganiaya korban yang masih balita karena rewel. Sebelum meninggal, korban ternyata sempat meminta makan namun ibu tirinya justru memberi makan nasi mentah.
"Si anak ini meminta makan, tapi tidak ada makanan yang sudah masak di rumah. Nah, nasi yang masih mentah itu langsung dijejalkan ke mulut korban," tutur Fernando.
Dugaan terjadinya kekerasan terhadap korban diperkuat berdasarkan hasil autopsi terhadap jenazah korban. Sejumlah luka juga ditemukan di tubuh korban.
"Hasil autopsi menemukan bekas luka penganiayaan di tubuh korban. Selain itu, ditemukan nasi mentah di dalam perut korban yang mengindikasikan adanya kekerasan terhadap anak," pungkasnya.
Simak Video "Video Penangkapan Buron Pemerkosa-Pembunuh Tante Sendiri di Sulteng"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
