Pallubasa Serigala Makassar Ternyata Buang Limbah di Drainase Bawah Tenda

Pallubasa Serigala Makassar Ternyata Buang Limbah di Drainase Bawah Tenda

Sahrul Alim - detikSulsel
Jumat, 12 Jun 2026 15:00 WIB
Draninase di bawah bekas tenda warung Pallubasa Serigala Makassar dipenuhi limbah.
Draninase di bawah bekas tenda warung Pallubasa Serigala Makassar dipenuhi limbah. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Camat Mamajang, Muhammad Rizal mengungkap warung makan Pallubasa Serigala di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata kerap membuang limbah bekas makanan di bawah tendanya. Akibatnya, limbah yang dibuang menyumbat saluran drainase dan mengeras karena bertahun-tahun tidak dibersihkan.

Kondisi itu diketahui setelah pihak kecamatan melakukan pembongkaran beton tempat tenda Pallubasa Serigala sebelumnya berdiri. Rizal menyebut, limbah yang menumpuk terdiri dari bekas makanan hingga sabun cuci.

"Sisa corannya itu kami bongkar dan kami dapati memang limbahnya yang sudah menumpuk. Limbah dari lemak-lemaknya dibuang ke sana, minyak, sabun bekas cuci-cuci juga. Itu menyumbat drainase karena sudah mengeras," kata Rizal kepada detikSulsel, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya di sekitar tenda, drainase di seberang jalan juga sudah tertimbun limbah dari warung ini. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar jalur drainase dibangun ulang.

"Bahkan yang di depannya itu, di depannya lagi, kami lihat sama. Banyak sekali. Kondisi ini memang sudah dikeluhkan oleh warga limbahnya ini, makanya kami langsung koordinasi dengan PU untuk membuat jalur ulang drainase di sekitar sana," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Rizal mengatakan pihaknya masih menelusuri jalur-jalur drainase tersebut untuk mengetahui titik mana saja yang tersumbat. Dia menyebut tumpukan limbah itu memang rata-rata berasal dari Pallubasa Serigala.

"Ini sementara di dalami jalurnya dan memang rata-rata sudah tertutup dengan timbunan dan sebagainya bersama dengan limbah-limbahnya Palu Basa Serigala," pungkasnya.

Diketahui, tenda Pallubasa Serigala yang sebelumnya menguasai fasilitas umum (fasum) sejak 30 tahun lalu itu akhirnya dibongkar. Pemilik warung memilih membongkar sendiri tenda warung di atas drainase itu usai ditegur pemerintah kecamatan.

"Alhamdulilah tadi malam sekitar jam 11.00 malam, sudah dibongkar secara mandiri oleh pemilik dengan diawasi oleh kami," ujar Rizal.

Setelah dibongkar sendiri oleh pemilik, pihak kecamatan lantas melakukan pembersihan di lokasi. Pihaknya dibantu Dinas Pekerjaan Umum (PU) membongkar beton permanen yang menutupi drainase tersebut.

"Tadi masih ada yang tersisa sisa coran betonnya yang belum dibongkar. Tadi juga sudah dilakukan pembongkaran oleh kami karena tertutup permanen," jelasnya.




(asm/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads