Pertengkaran Maut Pasutri di Kos Manuruki Makassar gegara Istri Minta Cerai

Pertengkaran Maut Pasutri di Kos Manuruki Makassar gegara Istri Minta Cerai

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 16 Jun 2026 08:40 WIB
Pria berinisial SU (21) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggorok leher istrinya, ANA (24) hingga tewas di indekos.
Foto: Pria di Makassar menggorok leher istrinya hingga tewas di indekos. (Reinhard Soplantila/detikSulsel)
Makassar -

Pasangan suami istri (pasutri) berinisial SU (21) dan ANA (24) terlibat pertengkaran yang berujung tewasnya ANA di indekos Manuruki, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pertengkaran maut itu dipicu keinginan ANA bercerai usai mengetahui SU selingkuh.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu tepatnya terjadi di indekos Jalan Manuruki 6, Lorong 1, Kecamatan Tamalate, Minggu (14/6) malam. Korban ANA ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka sayatan di leher.

"Korban seorang perempuan. Untuk luka sementara yang kita lihat sendiri dengan mata kepala itu luka gorok saja di lehernya untuk sementara," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim Inafis Polrestabes Makassar bersama Biddokkes Polda Sulsel telah melakukan olah TKP di lokasi. Jenazah korban juga telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

"Setelah dilakukan pemeriksaan inafis dengan Dokpol, korban kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara," bebernya.

ADVERTISEMENT

Polisi menangkap SU (21) setelah membunuh istrinya, ANA (24), di Makassar. Korban ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher.Polisi menangkap SU (21) setelah membunuh istrinya, ANA (24), di Makassar. Korban ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher. (Reinhard Soplantila/detikSulsel)

Pelaku Ditangkap di Rumah Keluarga

Setelah menghabisi nyawa istrinya, pelaku melarikan diri ke rumah keluarganya. Tim URC Resmob Polda Sulsel yang melakukan penyelidikan mengamankan pelaku tidak lama setelah kejadian, di Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

"Selesai melakukan aksinya, pelaku kabur ke rumah keluarganya dan kemudian berhasil diamankan satu jam setelah kejadian," kata Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Wawan Suryadinata kepada wartawan, Senin (15/6).

Wawan mengatakan dari hasil pemeriksaan, pasutri itu memang terlibat cekcok hebat di tempat kejadian perkara (TKP). Saat keduanya cekcok, pelaku mengambil badik di dalam lemari dan menyerang korban.

"Setelah emosi, pelaku mengambil badik di dalam lemari dan menusuk leher korban yang sementara duduk," terangnya.

Akibat serangan tersebut, korban langsung tersungkur di dalam kamar kos. Pelaku kemudian membalikkan tubuh korban sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

"Korban tersungkur dan pelaku sempat membalikkan tubuh korban," kata Wawan.

Korban Berkata Kasar-Minta Cerai

Wawan menuturkan pasutri itu terlibat cekcok usai pelaku ketahuan selingkuh. Hal itu membuat korban emosi hingga mengeluarkan kata-kata kasar yang membuat pelaku emosi.

"Pelaku ketahuan selingkuh istrinya. Jadi berantem kemudian diberikan kata-kata kotor dan menurut keterangan pelaku dia emosi," kata Wawan.

Pelaku juga mengakui belakangan ini kerap terlibat konflik dengan istrinya. Bahkan korban ingin berpisah karena pelaku juga tidak memiliki pekerjaan tetap.

"SU menerangkan bahwa ia melakukan pembunuhan ini dikarenakan korban ingin pisah dengan alasan pelaku tidak ada pekerjaan tetap dan sering berbicara kotor kepada pelaku," bebernya.

Selain persoalan perceraian, pelaku juga mengaku kerap mendapat ancaman dari istrinya. Keterangan tersebut masih didalami penyidik untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum pembunuhan terjadi.

"SU menerangkan bahwa ia menusuk korban dikarenakan belakangan ini sering diancam ingin dibunuh oleh istrinya," tambahnya.

Pelaku Dikenal Pendiam

Ketua RT 01 RW 04 Mannuruki, Muzakar mengatakan pasutri itu jarang berinteraksi dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya. Meski sudah sekitar satu tahun tinggal di kos tersebut, pasutri itu dikenal tertutup.

"Kalau menurut keluarganya, yang laki-laki pendiam dan perempuannya juga pendiam," ujar Muzakar kepada wartawan.

Muzakar mengaku kejadian pembunuhan itu terjadi secara tiba-tiba. Pasalnya, tidak ada tanda-tanda pertengkaran maupun keributan yang terdengar dari kamar kos pasutri itu.

"Belum ada yang tahu apa masalahnya sampai dia bunuh. Tetangga kamarnya juga tidak ada yang dengar perkelahian atau pembunuhan di dalam rumahnya, padahal tetangga kamar kos di sini banyak," katanya.

Menurut Muzakar, pasangan tersebut diketahui telah menikah sekitar satu tahun dan telah memiliki seorang anak. Keduanya tinggal bersama di kamar kos tersebut.

"Informasinya kurang lebih satu tahun menikah dan sudah punya satu anak umur sekitar satu tahun," ungkapnya.

Dia menambahkan korban diketahui bekerja di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara pekerjaan suami korban tidak diketahui oleh warga sekitar.

"Saya tidak tahu pekerjaan suaminya, tapi yang korban ini bekerja di SPPG," jelas Muzakar.

Halaman 2 dari 3
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads