Buntut Panjang Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Buntut Panjang Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 04 Mei 2026 07:00 WIB
Imam masjid di Palopo dibuntuti salah satu pelaku pengeroyokan usai salat Asar.
Foto: Imam masjid di Palopo dibuntuti salah satu pelaku pengeroyokan usai salat Asar. (dok. Istimewa)
Palopo -

Kasus imam masjid bernama Ahmad (62) yang dikeroyok usai menegur sejumlah bocah bermain mikrofon di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), berbuntut panjang. Ahmad justru dilaporkan balik ke polisi oleh salah satu ibu dari bocah tersebut atas dugaan penganiayaan.

Perkara ini bermula saat Ahmad datang di Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Rabu (29/4). Segerombolan bocah lalu ditemukan memainkan pengeras suara sembarangan sebelum waktu salat Asar.

"Anak main-main di masjid pas mau salat Asar, terus belum masuk waktu salat, dia main-mainkan mik, dia pakai pengeras suara, dia azan main-main," kata anak Ahmad bernama Harun kepada detikSulsel, Minggu (3/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harun mengatakan, segerombolan bocah itu sudah berulang kali ditegur karena sebelumnya pernah merusak fasilitas masjid. Ahmad lantas spontan menjitak kepala bocah itu satu per satu.

"Tapi bukan cuma itu anak satu yang merasa korban dijitak, semuanya. Memang ayahku tidak ada niat menyakiti, mau ji na tegur," ucap Harun.

ADVERTISEMENT

Bocah tersebut pulang mengadu ke keluarganya. Salah satu ibu dari bocah yang sempat ditegur ternyata keberatan dengan tindakan Ahmad yang merasa anaknya telah dipukul.

"Dia mengadu ke mamanya tidak terima, dia panggilkah orang atau bagaimana, datanglah dia ke rumah untuk konfirmasi menanyakan kenapa anaknya dipukul," ujarnya.

Ahmad saat itu belum tiba di rumah karena masih berada di masjid. Harun menyebut, ibu bocah itu kemudian memilih pergi ke masjid bersama sejumlah pria dewasa.

"Situasi saat itu salat Asar orang, ayah di masjid imam. Pasnya keluar ayahku dari masjid, hampir mi sampai depan rumah seperti di CCTV, di situ mi ada palang ayahku," tuturnya.

Seorang ibu dari anak yang ditegur langsung menunjuk-menunjuk Ahmad yang baru keluar dari masjid. Imam masjid itu sempat berupaya mengajak diskusi namun keburu dikeroyok.

"Tiba-tiba ada datang dari belakang memukul, na bilang tetangga yang lihat, dipukul pakai batu bata sama itu orang yang jalan dari belakang," ucap Harun.

Harun belum mengetahui pasti pelaku pengeroyokan. Berdasarkan keterangan warga, para lelaki yang ikut melakukan pengeroyokan masih keluarga dari bocah yang sempat ditegur.

"Dari orang yang kenal, katanya ini ibu-ibu datang sama sepupunya. Tapi dari kesaksiannya ayahku, dia itu dipukuli dari 3 orang lelaki dewasa," imbuhnya.

Insiden itu mengakibatkan Ahmad babak belur hingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Kasus pengeroyokan ini kemudian dilaporkan ke Polsek Wara.

"Lukanya ada di pelipis, padahal baru-baru sudah operasi November (2025) lalu matanya robek lagi. Sama luka benjol di dahinya juga, sama ada benjol," papar Harun.

Imam Masjid Dilaporkan Balik ke Polisi

Sehari setelah pengeroyokan, ibu bocah yang ditegur Ahmad ternyata melapor balik ke Polres Palopo. Ibu tersebut melaporkan Ahmad atas dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

"Ibu anak itu juga melaporkan imam ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terkait penganiayaan," beber Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki kepada detikSulsel, Minggu (3/5).

Dalam laporannya, ibu bocah itu mengklaim anaknya mengalami tindak kekerasan. Marsuki belum menjelaskan lebih jauh soal dugaan itu lantaran masih dalam penyelidikan.

"Jadi ini kasus mereka saling lapor, satu ke PPA dan satu ke Polsek Wara. Menurut pelapor, anaknya menjadi korban penganiayaan," ungkapnya.

Sementara kasus pengeroyokan yang dialami Ahmad juga masih berproses. Marsuki menyebut ibu bocah itu menjadi salah satu terlapor dalam perkara yang dilaporkan Ahmad.

"Untuk sementara ini kan terduga tersangka baru ibu dari bocah itu yang diketahui, namun kami akan tetap memanggilnya untuk mencari tahu siapa pelaku lainnya," sebut Marsuki.

Para terlapor dalam kasus pengeroyokan terhadap imam masjid dijadwalkan diperiksa pada Senin (4/5) hari ini. Marsuki menegaskan, penyidik masih fokus mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan bukti.

"Penyidik sudah memeriksa 4 orang saksi, namun masih menunggu hasil visum dari dokter untuk dinaikkan proses sidik kemudian yang diduga pelaku sudah dipanggil ke kantor Polsek Wara pada Senin, 4 Mei 2026 untuk dimintai keterangannya," jelasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Satpam Sekolah di Polman Dikeroyok usai Tegur Siswa Merokok"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads