Oknum dosen Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) Parepare berinisial RR diduga melecehkan mahasiswinya dengan modus telepon dan percakapan elektronik atau chat. ITH Parepare kini menonaktifkan dosen tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus dugaan pelecehan oknum dosen ITH terhadap mahasiswinya ini mulanya mencuat di media sosial berdasarkan tangkapan layar percakapan pengakuan korban. Seorang mahasiswi yang merupakan rekan korban pelecehan belakangan mengaku oknum dosen itu telah melakukan perbuatannya sejak 2023 silam.
"Bentuk pelecehan yang dilakukan terlapor yaitu pada 2023," ungkap mahasiswi ITH Parepare yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (26/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum detikSulsel hingga Minggu (8/2), berikut 7 hal terungkap di kasus oknum dosen ITH Parepare yang diduga melecehkan mahasiswinya:
1. Dosen Kerap Chat Mahasiswi Larut Malam
Dia mengaku oknum dosen pernah melakukan pelecehan di dalam ruang kelas kampus. Namun dugaan pelecehan itu kerap terjadi via percakapan elektronik atau chat hingga larut malam.
"Beliau (RR) sering sekali menghubungi mahasiswi pada jam yang tidak wajar dan juga sering menelepon di waktu tersebut," bebernya.
Dia mengaku korban saat ini belum kembali melapor karena masih trauma dan ketakutan. Namun dia mengungkap korban dugaan pelecehan mencapai 4 orang.
"Sejauh ini yang mengaku dapat chat tengah malam itu ada 4 mahasiswi," bebernya.
2. ITH Parepare Duga Kasus Ditunggangi
Ketua Tim Adhoc Penegakan Etika dan Sanksi Akademik ITH Parepare, Suryansyah Surahman mengaku belum mendapat laporan resmi dari korban. Namun pihaknya sudah membentuk tim adhoc untuk menyelidiki kasus tersebut sesuai dengan aturan.
"Sebenarnya ini kan merupakan indikasi dari kasus-kasus pribadi yang bersangkutan. Namun di tengah jalan ternyata ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu gitu yang mengatasnamakan korban," ujar Suryansyah kepada wartawan, Senin (26/1).
Suryansyah menegaskan dugaan itu masih akan didalami lebih lanjut. Apalagi informasi yang beredar di media sosial diduga disebarkan oleh akun palsu di media sosial.
"Apa yang tersebar di media sosial itu adalah akun-akun fake dan akun-akun anonim yang secara resmi dari kami ITH belum mendapatkan laporan resmi sebagai korban," beber Suryansyah.
3. ITH Parepare Harap Korban Pelecehan Melapor
Tim khusus (timsus) atau Adhoc ITH Parepare meminta mahasiswi yang diduga dilecehkan oknum dosen berinisial RR untuk membuat laporan resmi. Korban yang melapor nantinya akan mendapatkan pendampingan.
"ITH juga berharap agar pihak yang merasa menjadi korban dapat menyampaikan laporan secara resmi melalui mekanisme yang telah disediakan," kata Suryansyah.
Suryansyah menjamin pihaknya memberikan perlindungan kepada korban dan identitasnya dirahasiakan. Laporan korban akan mempermudah timsus menangani kasus pelecehan tersebut.
"ITH menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi asas kehati-hatian, objektivitas, praduga tak bersalah, dan keadilan, serta dilakukan sesuai prosedur institusional," paparnya.
4. Dosen Ngaku Chat Mahasiswi Urusan Kuliah
Sementara oknum dosen ITH Parepare berinisial RR membantah melecehkan mahasiswinya. Dia mengaku kerap meladeni mahasiswi yang menghubunginya, namun hanya sebatas urusan kuliah.
"Biasa mahasiswa ada yang chat malam dan saya balas. Balasannya pun normatif, tanya tugas atau diskusi. Saya membuka ruang untuk mereka diskusi, bahkan sampai larut malam tanya tugas," kata RR kepada detikSulsel, Selasa (27/1).
Dia juga mengklaim hubungannya dengan mahasiswi di kampus masih dalam batas kewajaran. RR mengaku tidak tahu identitas mahasiswi yang merasa dilecehkan.
"Sesuai idealnya, sebatas mahasiswa dan dosen. Saya bahkan tidak tahu mahasiswi mana yang dimaksud karena tidak ada laporan resmi ke kampus," ucap RR.
5. Oknum Dosen Malah Polisikan Mantan Istri
Dosen RR justru mencurigai mantan istrinya yang menunggangi tuduhan pelecehan itu. Dia lantas melaporkan mantan istrinya bersama sejumlah akun media sosial atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE ke Polres Parepare pada Minggu (25/1).
"Pokoknya mantan istri beserta akun-akun sosmed yang berafiliasi, seperti Makassar Keras, Parepare Info, Pinrang Info, Sidrap Info. Saya lapor semua itu," ungkap RR.
Dia menuding mantan istrinya sakit hati kepada dirinya meski tidak dirincikan masalah yang menjadi pemicunya. Namun dari masalah itu, RR menyebut mantan istrinya sengaja mencari-cari masalah dengan dirinya.
"Ini mantan istri yang sakit hati, makanya dia kompor-kompori semua orang-orang yang ada di kampus. Dia pakai akun anonim untuk seolah-olah mengungkap, padahal kan belum ada juga dari kampus secara resmi di Satgas," terangnya.
6. Eks Istri Dosen Ngaku Bantu Korban
Di sisi lain, mantan istri dosen RR berinisial M membantah tuduhan menunggangi perkara dugaan pelecehan tersebut. Dia mempersilakan mantan suaminya membuktikan tuduhan itu.
"Tuduhan RR ke saya terkait akun fake dan beberapa pernyataan lainnya itu sangat tidak benar. Adapun saya mencemarkan nama baik dia, yah silakan dibuktikan," ungkap M kepada detikSulsel, Kamis (29/1).
M mengaku heran dituduh mengendalikan akun media sosial palsu untuk menyebarkan isu pelecehan mahasiswi. Dia berdalih hanya berupaya membantu sejumlah mahasiswi yang mengaku sebagai korban karena ketakutan bermasalah di kampus.
"Beberapa mahasiswi meminta untuk dibantu spill kasus si RR. Ini yang sudah lama terpendam oleh mahasiswi agar pihak kampus bisa menindaklanjuti problem yang diduga dilakukan RR," jelasnya.
7. Dosen Diduga Lecehkan Mahasiswi Dinonaktikan
ITH Parepare memutuskan menonaktifkan dosen RR sembari dilakukan pemeriksaan internal terkait dugaan pelecehan tersebut. Dosen RR dibebastugaskan dari kegiatan akademik sampai kasus ini terungkap sampai ke akarnya.
"Dibebastugaskan dulu aktivitasnya dari Tridarma Perguruan Tinggi, jadi pengajaran. Pokoknya tugasnya sebagai dosen," ujar Ketua Tim Adhoc Penegakan Etika dan Sanksi Akademik ITH Parepare, Suryansyah Surahman kepada detikSulsel, Sabtu (7/2).
Saat ini Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) terus bekerja melakukan pendalaman. Walaupun belum menerima laporan resmi dari korban, Suryansyah memastikan tim bergerak mengumpulkan informasi di lingkungan kampus.
"PPKPT itu kan ada juga dari mahasiswa anggota-anggotanya, jadi mereka juga kami harapkan untuk membantu terlibat. Kalau laporan dari pihak korban belum ada," jelas Suryansyah.
Simak Video "Video: Fanny Ghassani Ingatkan Jangan Normalisasi Bercanda yang Melecehkan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)










































