Kebakaran melanda permukiman warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Satu unit rumah beserta seluruh isinya ludes dilalap si jago merah saat penghuninya sedang mandi.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Petta Cangge Bilalang, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Api pertama kali diketahui muncul dari salah satu kamar rumah milik warga yang kemudian dengan cepat membesar.
Seorang warga di lokasi kejadian, Minnong, menceritakan BeritaKlik-BeritaKlik mencekam saat api mulai berkobar. Kala itu, ia mengaku panik saat mendengar teriakan histeris dari luar rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu saya sedang mandi, tiba-tiba terdengar teriakan bapak saya dari luar, teriak 'tattunu bolae' (kebakaran rumah). Ndak sampai lima menit malopponi api e (apinya sudah besar)," ujar Minnong kepada wartawan, Senin (1/6/2026).
Sementara itu, Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Parepare Fransiskus mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan pemadaman. Damkar mengerahkan sebanyak 8 unit armada untuk pemadaman.
"Ada 8 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman ini juga dibantu oleh satu unit ambulans, mobil tangki air milik PAM Tirta Karajae Parepare, serta petugas PLN yang sigap mengamankan area," ujarnya.
Pemadaman itu membutuhkan waktu selama 30 menit. Damkar berjibaku melakukan pendinginan api agar tidak merambat ke rumah lainnya.
"Petugas membutuhkan waktu hampir 30 menit untuk memadamkan api dan memastikan tidak merambat ke rumah warga lainnya," katanya.
Lurah Lemoe, Andi Idham Syah, mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Saat kebakaran terjadi, dua anggota keluarga sedang berada di luar rumah, sementara satu penghuni lainnya berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.
"Dari pendataan sementara, terdapat dua kepala keluarga dengan total tujuh jiwa yang terdampak," kata Andi Idham.
Idham mengatakan, akibat kebakaran itu, satu rumah rusak parah hingga memaksa penghuninya mengungsi. Sementara satu rumah lainnya yang terdampak ringan masih bisa ditempati.
"Satu rumah habis terbakar dan penghuninya harus mengungsi, sedangkan satu rumah lainnya masih bisa ditempati. Untuk sementara korban ditampung di rumah keluarga mereka," imbuhnya.
Akibat peristiwa ini, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta. Pasalnya seluruh harta benda di dalam rumah utama tidak sempat diselamatkan.
"Untuk sementara kerugian yang dialami korban ditaksir Rp 100 juta," katanya.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api masih misterius. Aparat kepolisian bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Parepare masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Belum ditahu penyebabnya. Masih diselidiki pihak kepolisian," pungkasnya.
(ata/sar)










































