Seorang kurir di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Sendy Saputra (21) dikeroyok oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) saat hendak mengambil uang untuk pesanan pelanggannya. Selain dianiaya, korban juga sempat ditabrak menggunakan sepeda motor oleh para pelaku.
Pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Bukit Madani, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 01.00 Wita. Aksi pengeroyokan itu sempat terekam kamera CCTV di lokasi kejadian.
Saat ditemui di rumahnya, Sendy mengaku tidak mengetahui motif penyerangan tersebut karena merasa tidak memiliki musuh. Dia juga mengatakan, tak mengenal sekelompok OTK tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak pernah ada musuh atau dendam pribadi, tidak pernah. Saya cuma niat memang kurir sama dia (orderan)," ujar Sendy kepada detikSulsel, Rabu (3/6/2026).
Sendy menceritakan awal mula peristiwa tersebut terjadi saat dirinya mendatangi lokasi kejadian untuk mengambil uang pembayaran dari pelanggannya. Sesaat sebelum pengeroyokan, korban masih sempat berkomunikasi dengan pelanggan tersebut melalui pesan singkat.
"Ke lokasi kejadian memang mau mengambil uang dengan niatnya mau mengambil uang untuk belikan pesanannya si customer. Nah, last chat dia bilang ke saya 'Oke, tunggu di sana'," ungkapnya.
Namun, hanya berselang beberapa menit setelah tiba di lokasi, korban langsung didatangi oleh pelaku yang membawa sejumlah temannya. Tanpa basa-basi, kelompok tersebut langsung melakukan pengeroyokan.
"Tiba-tiba beberapa menit kemudian, pelaku bersama teman-temannya langsung mengeroyok di tempat kejadian," ungkapnya.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan kepalanya. Tak hanya itu, korban juga merasakan sakit di bagian perut akibat ditabrak motor oleh pelaku sebagaimana yang terekam dalam CCTV.
"(Yang kena) pelipis mata sama kepala bagian belakang. (Selain itu) bagian perut sakit," tuturnya.
Selain menganiaya korban, para pelaku juga merusak kendaraan milik korban. Sendy juga mengakui ditabrak pakai motor oleh pelaku.
"Dirusaki, motor bagian lampu depannya. Iya ditabrak juga pakai motornya," kata dia.
Beruntung, aksi anarkis tersebut berhasil diredam warga sekitar lokasi kejadian. Sejumlah warga datang memberikan pertolongan kepada korban saat tengah dikeroyok.
"(Ditolong) orang sekitar sana," tegasnya.
Korban pun mengaku telah melaporkan kasus penganiayaan ini ke pihak kepolisian tak lama setelah kejadian terjadi. Dia berharap polisi mengusut tuntas kasus yang menimpa dirinya.
"Pada saat kejadian saya sudah melapor (ke polisi)," pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merespons terkait kasus pengeroyokan tersebut. Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Saleh yang dihubungi detikSulsel belum merespons.
(ata/sar)










































