Kurir di Parepare Ternyata Dikeroyok 10 Orang gegara Suami Pelanggan Cemburu

Kurir di Parepare Ternyata Dikeroyok 10 Orang gegara Suami Pelanggan Cemburu

Ardiansyah - detikSulsel
Kamis, 04 Jun 2026 15:30 WIB
Kurir korban pengeroyokan Sendy (kiri) dan sepupu korban Permadi (kanan).
Foto: Kurir korban pengeroyokan Sendy (kiri) dan sepupu korban Permadi (kanan). (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Seorang kurir di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Sendy Saputra (21) dikeroyok hingga ditabrak motor. Dia menjadi korban pengeroyokan oleh 10 orang yang salah satunya suami pelanggan karena alasan cemburu buta.

Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Saleh mengungkapkan kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. Saleh mengaku sudah mengantongi nama salah satu pelaku.

"Belum ada (ditangkap). Kami sementara lakukan penyelidikan dan nama yang bersangkutan kami sudah ketahui. Tinggal kami lakukan pencarian," ujar Saleh kepada detikSulsel, Kamis (4/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan, para pelaku sudah melarikan diri setelah video aksinya itu beredar luas. Saat ini polisi sedang memburu para pelaku.

"Karena para pelaku setelah melakukan itu (pengeroyokan) melarikan diri semua. Jadi saat ini kami fokus mencari keberadaan para pelaku," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Motif Pengeroyokan gegara Cemburu Buta

Pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Bukit Madani, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Selasa (2/6) sekitar pukul 01.00 Wita. Aksi pengeroyokan itu sempat terekam kamera CCTV di lokasi kejadian.

Motif pengeroyokan itu diungkapkan sepupu Korban bernama Permadi saat ditemui di rumah korban, Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Rabu (3/6). Permadi mengungkapkan pengeroyokan terhadap korban itu dipicu kecemburuan pelaku.

"Kayaknya bukan dendam sih, cuma kesalahpahaman. Mungkin dari istrinya katanya digombal-gomballah ceritanya begitu. Padahal ini kan cuma perantara dari customer sama kurir, tahu-tahunya suaminya cemburunya sangat tinggi," ungkap Permadi kepada detikSulsel.

Permadi menjelaskan, Sandi awalnya dijebak untuk bertemu di kawasan Tegal dengan alasan pengambilan uang. Namun setibanya di lokasi, Sandi justru diadang oleh sekitar 10 orang pria yang langsung melakukan penyerangan.

"Pas sampainya di sana disuruh menunggu, tiba-tiba banyak motor yang menghampiri. Langsung memukul, ada sekitar sepuluh orang yang memukul," jelasnya.

Dia mengungkapkan, dari 10 orang mengeroyok hanya satu yang dikenal yakni suami salah satu pelanggan korban. Permadi menduga pelaku sengaja memanggil temannya dan berencana mengeroyok korban.

"Cuma yang bersangkutan itu di tempat yang bermasalah cuma ada satu. Yang lainnya ini yang memukul dia tidak punya masalah. Mungkin cuma dari pengaduan dari temannya kan, sistemnya direncanakan begitu ceritanya, pengeroyokan," jelasnya.

Permadi mengatakan, aksi para pelaku tergolong sangat sadis. Selain dipukul secara bersama-sama, Sendi yang sempoyongan sempat ditabrak oleh salah satu pelaku menggunakan sepeda motor.

"Ada satu orang itu sifatnya arogan, jadi ditabrak. Ini sepupu saya sudah sempoyongan ditabrak lagi pakai motor. Cuma itu tidak terekam CCTV," pungkasnya.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads