Sebuah sarang tawon berukuran panjang 2 meter yang melekat pada pohon di tengah permukiman dan dekat sekolah TK meresahkan warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Petugas Damkar Parepare langsung dikerahkan melakukan evakuasi.
"Kita menerima informasi dari warga bernama Ayu Pratiwi akan ada sebuah sarang tawon di TK Al-Aqsha. Kebetulan bersampingan dengan Masjid Al-Aqsa. Pada saat itu kita menindaklanjuti laporan tersebut," ujar Komandan Regu Damkar Parepare, Ichsan kepada detikSulsel, Senin (8/6/2026).
Sarang tawon itu dievakuasi di Kompleks Perumnas, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki pagi tadi, sekitar pukul 09.45 Wita. Petugas mengerahkan dua unit armada mobil pemadam untuk melakukan eksekusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses evakuasi itu kita memakai mobil penembak 935 dengan mobil unit, dua mobil penembak. Karena sarang tawonnya ini agak-agak besar dan panjang," terangnya.
Ichsan menjelaskan, metode pemusnahan dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan khusus. Air khusus itu disemprotkan secara keras ke arah sarang yang berada di atas pohon.
"Disemprot pakai air sabun melalui mobil penembak. Posisi tawon berada di batang pohon. Iya, sekitar panjangnya itu (sarang) kurang lebih 2 meter," jelas Ichsan.
Keberadaan sarang tawon jenis berbahaya ini dilaporkan sangat mengganggu aktivitas warga sekitar. Pasalnya, lokasi sarang berada tepat di area tempat anak-anak sering bermain dan belajar.
"Meresahkan, karena di kompleks itu terutama anak-anak TK yang lagi belajar di situ dengan kompleks sekitarnya penduduk," kata Ichsan.
Bahkan, dilaporkan sudah ada warga yang menjadi korban sengatan dari tawon tersebut hingga akhirnya memutuskan meminta bantuan petugas. Tak hanya warga, salah satu petugas damkar yang melakukan evakuasi juga sempat terkena sengatan di lokasi.
"Sudah ada disengat. Tidak mungkin dia melapor kalau tidak ada disengat atau mungkin meresahkan ya. Jadi kita tindaklanjuti. Ada (petugas) sempat disengat, tapi sudah tidak terlalu anu, sudah aman kok, karena langsung ditindaklanjuti sama teman-teman di sana," tuturnya.
Setelah proses evakuasi yang berjalan lancar tersebut, Damkar Parepare meminta masyarakat untuk tidak mengambil risiko jika menemukan sarang tawon berukuran besar di lingkungan tempat tinggal mereka. Warga diimbau untuk segera menghubungi petugas damkar jika situasi dirasa membahayakan.
"Sebenarnya kalau bisa dievakuasi sendiri (jika kecil), kalau memang berbahaya nanti dilaporkan ke kita, kita tindaklanjuti. Langsung saja melapor sama kita," pungkas Ichsan.
(asm/hsr)










































