7 SPPG di Parepare Setop Sementara gegara Anggaran BGN Belum Cair

7 SPPG di Parepare Setop Sementara gegara Anggaran BGN Belum Cair

Ardiansyah - detikSulsel
Kamis, 11 Jun 2026 13:50 WIB
SPPG Ujung Mallusetasi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tutup sementara gegara anggaran terhambat dari BGN.
Foto: SPPG Ujung Mallusetasi yang tutup sementara gegara anggaran terhambat dari BGN. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Sebanyak tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), terpaksa menghentikan sementara operasionalnya. Penghentian itu dipicu anggaran operasional mingguan dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.

"Ada beberapa memang ini dapur yang berhenti ops (operasional) sementara ini. Ada sekitar delapan," ujar Koordinator SPPG Wilayah Parepare, Bagus Triantoro kepada detikSulsel, Kamis (11/6/2026).

Bagus menyebut tujuh di antaranya murni disebabkan oleh kendala keterlambatan anggaran. Sementara satu dapur lainnya tersandung masalah teknis pada fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuh yang sama daerah-daerah lain juga kasusnya (kendala anggaran). Sama yang satu masih suspend IPAL," jelasnya.

Menurut Bagus, mandeknya operasional ini bukan karena anggaran program dihapus, melainkan adanya keterlambatan pengiriman dari pusat. Pihak pengelola dapur memilih setop beroperasi karena ogah mengambil risiko menggunakan dana pribadi.

ADVERTISEMENT

"Bukan tidak dikucurkan. Lambat mungkin uangnya. Banyak repotnya nanti kalau misalkan pakai dana talangan," tutur Bagus.

Bagus mengungkapkan, perputaran uang untuk operasional dapur MBG ini tergolong besar. Setiap pekannya, satu dapur idealnya memegang anggaran ratusan juta rupiah dengan sistem pengisian saldo otomatis.

"Kemarin skemanya itu, kalau dananya itu Rp 150 (juta), kalau di bawah Rp 150 juta mi, ter-top up ulang mi lagi, masuk mi lagi Rp 300 (juta). Itu per pekan," ungkapnya.

Karena dana belum kunjung cair, operasional terpaksa dibekukan. Imbasnya, sejumlah sekolah penerima manfaat di Parepare dipastikan tidak mendapatkan jatah makanan gratis untuk sementara waktu.

"Jadi untuk sementara hari ini ada beberapa sekolah memang yang tidak dapat," katanya.

Bagus juga menegaskan tidak bisa mengalihkan porsi masak ke dapur lain yang masih aktif. Sebab, hal itu akan membuat beban produksi dapur tersebut melonjak drastis hingga ribuan porsi.

"Kalau dilimpahkan ke dapur lain, mungkin agak tambah banyak-i dapur-dapur yang anu (kewalahan). Lebih 3.000 nanti semua, mungkin sampai 4.000, 5.000 (porsi) satu dapur," bebernya.

Bagus mengaku telah meminta para pengelola dapur untuk memberikan informasi libur operasional kepada pihak sekolah. Pengumuman itu sudah dilakukan sejak sore hari sebelumnya.

"Setiap dapur sudah diimbaukan untuk kemarinnya itu, misalkan kemarin sore untuk imbauannya untuk tidak operasional besoknya. Diimbau ke sekolah," ucapnya.

Tak hanya menghentikan pasokan makanan ke sekolah, kemacetan anggaran itu juga berdampak pada insentif para pemilik SPPG. Insentif senilai Rp 6 juta per hari ikut dibekukan.

"Untuk sampai saat ini yang belum berubah juknis-nya, ya seperti itu (dihentikan semua dulu). Termasuk juga yang untuk pemilik SPPG itu, yang insentif Rp 6 juta itu," katanya.

Bagus belum bisa memberikan jaminan kondisi itu bisa tuntas dalam pekan depan. Namun dia menjelaskan proses pencairan anggaran untuk pekan depan masih diupayakan rampung akhir pekan ini.

"Saya belum bisa pastikan karena kan ini masih tahap pencairan sampai hari Jumat ini. Tetap dana pekan depannya yang dilakukan (proses pencairan). Skemanya kita dapat dana dulu baru belanja," pungkas Bagus.

Berikut 7 SPPG di Parepare Setop Operasional:

  1. SPPG Bacukiki Barat Kampung Baru 1
  2. SPPG Bacukiki Barat Kampung Baru 2
  3. SPPG Bacukiki Barat Bumi Harapan 2
  4. SPPG Ujung Mallusetasi
  5. SPPG Soreang Bukit Indah
  6. SPPG Soreang Bukit Indah 2
  7. SPPG Bacukiki Galung Maloang




(hsr/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads