Sejumlah pelaku UMKM di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menolak pindah dari gedung Pojok Oleh-oleh ke Balai Ainun Habibie. Mereka khawatir jualannya sepi karena lokasi baru dianggap minim pengunjung.
"Pasti memang berdampak pemasukan, karena di Balai Ainun jarang pengunjung. Paling nanti kalau ada acara daerah di situ baru ada pengunjung. Kalau ditaruh di situ, apalagi kita makanan, bisa-bisa kadaluarsa makanan karena tidak laku," ujar pelaku UMKM bernama Marwa kepada detikSulsel, Jumat (12/6/2026).
Dia mengaku produk yang dijual seperti pia, cookies, kue kering, hingga kacang mete laris karena Pojok Oleh-oleh menjadi pusat persinggahan warga luar daerah. Dia pun memilih berhenti menitipkan barang jika direlokasi ke Balai Ainun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di Pojok UMKM kan terpusatnya orang luar kota singgah belanja. Kalau yang di Balai Ainun mana ada orang ke sana. Jadi kalau dipindahkan, lebih baik tidak titip produk lagi karena bisa-bisa rusak saja kue kita," katanya.
Marwa berharap Pemkot bersedia menyediakan ruang alternatif seperti kontainer di sekitar area yang sama. Terlebih adanya rencana pembangunan bioskop di sekitar area tersebut.
"Kalau bisa jangan dipindahkan, atau kasih tempat yang dekat situ. Katanya mau dibangun bioskop, mungkin di depannya bisa dikasih kontainer untuk kita UMKM. Kalau ke Balai Ainun, kecil harapan. Di berita memang ada produk di sana, tapi itu pakaian yang tidak ada masa expired-nya," harapnya.
Penolakan serupa disampaikan Nurlela, pelaku UMKM yang menjual kue kering kelapa, makaroni, dan bagea. Dia menilai keputusan relokasi itu sangat bertolak belakang dengan komitmen pemerintah yang katanya siap mendukung kemajuan UMKM.
"Sangat tidak setuju, berdampak untuk pelaku UKM karena di Pojok UMKM sudah sangat strategis. Dari program pemerintah siap mendukung UKM, tapi keputusan memindahkan ke Balai Ainun ini sangat tidak realistis karena posisinya sepi," keluh Nurlela.
Padahal, Nurlela mengaku hasil jualan di Pojok UMKM selama ini membantu perekonomian keluarganya. Dia juga ogah menitipkan produknya lagi di tempat baru jika dipaksa pindah.
"Saya tidak berminat lagi simpan produkku di sana. Karena dari dulu saya melihat produk yang terpajang di Balai Ainun itu sampai berdebu (karena sepi pembeli)," pungkasnya.
Untuk diketahui, Pemkot Parepare, berencana memindahkan pelaku UMKM di Pojok Oleh-oleh UMKM ke Balai Ainun. Namun, rencana pengosongan lokasi tersebut yang sedianya dilakukan hari ini terpaksa ditunda hingga pekan depan.
"Jadi (dipindahkan), tapi bukan hari ini. Belum, belum. Minggu depan nanti," kata Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Parepare, La Ode Arwah Rahman kepada detikSulsel, Jumat (12/6).
(hsr/asm)










































