Sopir Truk Ngamuk di SPBU Parepare gegara Tak Kebagian Solar

Sopir Truk Ngamuk di SPBU Parepare gegara Tak Kebagian Solar

Ardiansyah - detikSulsel
Kamis, 25 Jun 2026 18:30 WIB
Tangkapan layar video sopir truk mengamuk di SPBU Parepare.
Tangkapan layar video sopir truk mengamuk di SPBU Parepare. Foto: Istimewa
Parepare -

Seorang sopir truk bernama Ardi mengamuk di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Aksi protes keras itu dipicu gegara dirinya tak kebagian solar akibat diduga dicurangi oleh oknum operator saat sedang mengantre.

Peristiwa itu terjadi di SPBU Ahmad Yani Kilometer 3, Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Rabu (24/6/2026). Ardi mengaku kesal usai mengantre solar sejak pagi hari, namun petugas mendadak mematikan pengisian tepat di gilirannya.

"Kemarin saya mengantre dari pagi, toh. Pas giliranku, eh, kenapa dimatikan itu nozel? Makanya saya jengkel, saya tinggalkan mobilku di sana," kata Ardi kepada detikSulsel, Kamis (25/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ardi mengaku diminta pulang oleh petugas keamanan karena solar dinyatakan habis. Namun setelah pulang, dia mendapat informasi adanya aktivitas pengisian kembali.

"Pas saya pulang, ada lagi anggota menelepon bilang mengisi lagi orang. Jadi saya datang di situ lagi," jelas Ardi.

ADVERTISEMENT

Kecurigaan Ardi terbukti saat ia melihat langsung dua unit kendaraan besar sedang mengisikan solar ke tangki mereka. Ketika dikonfirmasi, pihak SPBU berkilah dengan alasan prioritas pelayanan.

"Ada memang dua mobil diisi di situ, mobil besar satu, mobil gas satu. (Alasannya) langganan, langganannya katanya dibilang itu," katanya.

Situasi di area SPBU semakin memanas ketika Ardi berinisiatif merekam kejadian itu untuk dijadikan barang bukti. Pihak operator yang tidak terima aksinya direkam kamera handphone lantas melakukan tindakan kekerasan.

"Karena marah dia divideo, jadi sempat dia pukul itu keponakanku. Kena di belakang sini," ungkap Ardi.

Ardi menyayangkan operator SPBU melakukan pemukulan terhadap keponakannya. Selain itu, oknum petugas SPBU tersebut juga melontarkan makian serta kata-kata yang tidak pantas di depan umum.

"Iya, ada. Kalau itu kata-katanya banyak, bermacam-macam dia bilang," tutur Ardi.

Ardi mengaku tidak mengenal nama dari petugas operator SPBU tersebut. Namun dirinya sangat mengenali perawakan dan wajah sang operator yang berjaga hari itu.

"Kalau namanya saya belum tahu namanya, saya tidak kenal pasti namanya. Tapi kalau orangnya, saya tahu ji itu orangnya," tegas Ardi

Dikonfirmasi terpisah, Operator SPBU Umi Suardi menjelaskan, peristiwa bermula saat seorang ibu-ibu yang mengendarai mobil joran (truk/angkutan) datang untuk mengisi bahan bakar jenis solar. Saat itu, sang sopir sempat menanyakan ketersediaan solar kepada petugas.

"Dia pergi tanya, dibilang 'Dek, ada jigah saya dapat?'. Saya bilang 'Kak, ya insyaallah ada jiga kayaknya. Tapi tidak ku janji dibilang ada jiga kita dapat'," kata Umi saat ditemui, Kamis (25/6).

Namun, tepat saat giliran mobil tersebut hendak diisi, pasokan solar di nosel SPBU tersebut justru habis total. Petugas pun terpaksa menghentikan aktivitas pengisian bahan bakar.

"Pas gilirannya, mati (habis) di situ. Otomatis kuberhentikan menjual karena habis mi solar di situ. Di situ mengamuk mi dia bilang, 'kenapa habis'," tuturnya.

Terkait adanya pengisian di sore hari, Umi menjelaskan truk-truk itu merupakan armada perusahaan rekanan yang memang sudah terdaftar sebagai langganan resmi SPBU untuk pengiriman logistik dan LPG.

"Itu kan sorenya, pak. Otomatis kan ada pas truk dari Wings, Abadi, LPG. Itu memang langganan dari SPBU," jelasnya.

Umi mengungkapkan, sang sopir sempat merekam video saat truk langganan tersebut mengisi solar dan kembali memprotesnya. Padahal, pihak SPBU sudah menjelaskan sisa stok solar memang dialokasikan khusus untuk kendaraan operasional langganan.

"Sudah ditanya memang dulu pas bertengkar pagi. Dibilang 'Ini Pak, habis solarnya. Jam 3 pi nanti lagi dianu (dilayani), khusus langganan'. Kalau umpamanya nanti ini habis mi langganan diisi, baru ki bisa diisi kalau masih ada sisanya," katanya.

Dia juga menanggapi adanya oknum operator SPBU yang melakukan tindakan kekerasan serta melontarkan kata-kata kasar kepada konsumen. Umi berkilah tidak tahu-menahu soal makian dan memastikan tidak ada aksi fisik atau penendangan di lokasi.

"Kalau (kata-kata kasar) begitu Pak, ndak kutau mi. Tapi ndak ada menendang, Pak. Ndak ada menendang," pungkas Umi.

Dari video yang dilihat detikSulsel, terlihat keributan terjadi di area SPBU. Beberapa sopir truk tampak bersitegang dengan petugas SPBU wanita yang mengenakan seragam merah khas Pertamina.

Salah seorang terdengar berteriak 'Lapor Polisi'. Ketegangan terus meningkat hingga berujung adu mulut pun antar sopir dan petugas SPBU.

Petugas wanita tersebut juga terlihat emosional dan sempat mengacungkan ponselnya untuk merekam balik para pengemudi truk. Beberapa warga dan seorang pria tampak mencoba menengahi dan meredam situasi agar tidak berbuntut panjang.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Modus Penimbun Solar Subsidi Bali: Dijual ke Kapal Seolah BBM Industri"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads