Petaka Petasan Rakitan di Jateng Meledak: Rumah Hancur-9 Orang Luka

Regional

Petaka Petasan Rakitan di Jateng Meledak: Rumah Hancur-9 Orang Luka

Tim detikJateng - detikSumbagsel
Minggu, 22 Mar 2026 12:30 WIB
Polisi melakukan olah TKP ledakan petasan di Pekalongan, Sabtu (21/3/2026).
Foto: Polisi melakukan olah TKP ledakan petasan di Pekalongan, Sabtu (21/3/2026). (Robby Bernardi/detikJateng)
Pekalongan -

Petasan rakitan yang dibuat sejumlah remaja di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) meledak. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (21/3) dini hari tadi.

Dilansir detikJateng, satu unit rumah kosong yang jadi lokasi perakitan petasan hancur hingga rata dengan tanah, sementara ada 9 orang yang menderita luka. Ledakan terjadi saat sejumlah remaja tengah merakit petasan berukuran besar. Diduga, petasan terakhir yang sedang dirakit tiba-tiba meledak dan menimbulkan dentuman dahsyat.

"Ya akibat petasan. Yang luka parah ada empat, tapi yang paling parah terakhir ini. Yang terakhir dibawa itu," kata Edi Purnomo, Ketua RT setempat, Sabtu (21/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang luka-luka itu kurang lebih ada sembilan. Tapi yang parah ada empat. Empat, yang paling parah banget satu," tambah Edi.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, mengonfirmasi ledakan akibat petasan yang tengah dirakit. Pihaknya juga menggandeng gegana Brimob Polda Jawa Tengah (Jateng).

ADVERTISEMENT

"Tadi (kemarin) dini hari sekitar 02.30 WIB, telah terjadi ledakan yang mana keterangan dari saksi ada beberapa korban yang sedang meracik petasan," ungkapnya.

Setyanto menerangkan, ledakan tersebut terjadi saat para korban melakukan pemadatan. Caranya, bubuk petasan yang sudah dimasukkan ke selongsong dipukul menggunakan obeng dan palu.

"Kemudian pada saat itu salah satu korban ini melakukan pengisian bubuk petasan kemudian dipadatkan kemudian dipukul-pukul menggunakan obeng dan palu sesaat kemudian terjadi ledakan," ungkapnya .

"Korban 9 orang luka-luka. Kami langsung melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi identifikasi korban, kita melakukan kordinasi dengan Gegana Brimob dan kita amankan 41 selongsong petasan," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikJateng, tujuh korban dirawat di RS Siti Khodijah, 1 korban di RSUD Bendan dan 1 korban di klinik layanan kesehatan.

Korban ledakan di RSUD Bendan dan di klinik menjalani rawat jalan. Demikian juga 4 dari 7 korban ledakan petasan yang dirawat di RS Siti Khodijah rawat jalan.

Di RS Khodijah, 3 korban ledakan mengalami luka bakar antara 20 hingga 50 persen. Bahkan, salah satu korban harus menjalani amputasi pada jarinya.

"Jumlah korban ada tujuh orang yang datang ke IGD. Empat orang dirawat jalan, sedangkan tiga orang dirawat inap," kata koordinator Gawat Darurat RS Siti Khodijah, dr Nungki Ardila.

"Persentase luka bakar sekitar 20 sampai 50 persen, dan satu orang mencapai 50 persen," tambahnya.

Selain luka bakar, beberapa korban juga mengalami cedera serius pada bagian tangan akibat kuatnya ledakan. Bahkan, terdapat pasien yang harus menjalani tindakan medis lanjutan berupa amputasi jari.

"Ada pasien yang akan menjalani amputasi, karena ledakannya cukup besar sehingga menyebabkan kerusakan berat pada jari," tambahnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads