Viral Jukir Minta Uang ke Penjemput Siswa di Palembang, Diduga ODGJ

Sumatera Selatan

Viral Jukir Minta Uang ke Penjemput Siswa di Palembang, Diduga ODGJ

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Sabtu, 30 Mei 2026 21:01 WIB
Jukir yang viral minta uang parkir menjemput siswa di Palembang diamankan petugas Dishub
Foto: Jukir yang viral minta uang parkir menjemput siswa di Palembang diamankan petugas Dishub (Dok. Istimewa)
Palembang -

Sebuah video memperlihatkan aksi juru parkir yang memaksa minta uang kepada penjemput siswa di Sekolah Kartika, Kambang Iwak, Ilir Barat I, Palembang, viral di media sosial. Dinas Perhubungan Kota Palembang yang menyelidiki video viral tersebut mengungkap bahwa pelaku memiliki gangguan jiwa.

Dalam video viral yang dilihat detikSumbagsel, seorang pria berdiri di depan satu unit mobil yang hendak menjemput siswa di depan sekolah tersebut. Pria tersebut mendekati salah satu mobil yang sedang menjemput anak pulang sekolah kemudian memaksa minta uang parkir. Keduanya pun terlibat cekcok.

Menindaklanjuti video tersebut, Dinas Perhubungan Kota Palembang bergerak cepat melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan pria berinisial MHB. Selanjutnya, yang bersangkutan diserahkan ke Polsek Ilir Barat I untuk dilakukan pemeriksaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Heriyanto, mengatakan pihaknya menyerahkan pelaku kepada kepolisian agar dilakukan pendalaman terkait perbuatannya.

"Usai diamankan pelaku kami serahkan ke polisi agar ada efek jera dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan sampai kejadian tersebut tidak terulang lagi karena meresahkan masyarakat," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Fauzi Saleh mengatakan pria tersebut ternyata merupakan orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) yang masih menjalani pengobatan secara rutin.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan dan koordinasi dengan pihak keluarga, yang bersangkutan diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Ada kartu kuning dan saat ini masih menjalani rawat jalan serta rutin mengonsumsi obat," kata Fauzi Saleh.

Karena kondisi tersebut, kata Fauzi, pihaknya tidak melanjutkan proses hukum terhadap yang bersangkutan. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan keluarga untuk penanganan lebih lanjut.

"Yang bersangkutan sudah kami serahkan kepada Dinas Sosial dan pihak keluarganya untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Keluarga juga diminta untuk terus melakukan pengawasan serta memastikan pengobatannya berjalan dengan baik," katanya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads