Al Haris Ajak Mahasiswa UNJA Jadi Agen Cegah Karhutla di Jambi

Jambi

Al Haris Ajak Mahasiswa UNJA Jadi Agen Cegah Karhutla di Jambi

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Kamis, 11 Jun 2026 19:40 WIB
Gubernur Jambi Al Haris saat menjadi pemateri di kuliah umum mahasiswa Cegah Karhutla
Foto: Gubernur Jambi Al Haris saat menjadi pemateri di kuliah umum mahasiswa Cegah Karhutla (Dok. Istimewa)
Jambi -

Gubernur Jambi Al Haris mengajak mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) mengambil peran lebih besar dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan sekaligus jembatan edukasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan.

Ajakan itu disampaikan Al Haris saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertema Antisipasi dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut di Provinsi Jambi. Kegiatan ini digelar PT Wirakarya Sakti (WKS), unit usaha APP Group, di Auditorium Unifac UNJA.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Bima Suprayoga, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kuliah umum dibuka langsung oleh Rektor UNJA Prof Dr Helmi SH MH.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Al Haris menegaskan, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, TNI, Polri, Manggala Agni maupun Masyarakat Peduli Api. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk mahasiswa yang selama ini aktif berinteraksi dengan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun kegiatan sosial lainnya.

"Selama ini pencegahan karhutla seolah-olah hanya menjadi tugas satgas. Padahal mahasiswa juga punya peran besar karena mereka hadir langsung di tengah masyarakat," kata Al Haris, dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Kamis (11/6/2026)

ADVERTISEMENT

Al Haris mengingatkan, karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mengganggu aktivitas belajar mengajar, hingga melumpuhkan transportasi dan perekonomian daerah.

"Pada 2015 dan 2019 kita pernah merasakan dampaknya. Aktivitas masyarakat terganggu, kesehatan terdampak, bahkan transportasi ikut terhambat. Karena itu, pencegahan jauh lebih penting," katanya.

Sementara itu, PT WKS melalui kegiatan kuliah umum tersebut menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan karhutla melalui edukasi dan penguatan deteksi dini. Kegiatan juga diisi dengan simulasi pemadaman karhutla di lingkungan kampus untuk memperkenalkan sarana dan prasarana penanganan kebakaran kepada mahasiswa.

GM Fire Management APP Group, Sujica Lusaka, mengatakan kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko karhutla.

"Kami berharap tercipta pemahaman bersama bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah paling penting dalam melindungi hutan. Ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam mendukung mitigasi karhutla di berbagai wilayah operasional," ujarnya.

Ia menambahkan, APP Group terus berkomitmen mendukung upaya mitigasi karhutla melalui berbagai sumber daya yang dimiliki, termasuk dukungan operasional di wilayah Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

"Melalui kegiatan ini, kami juga berharap tercipta pemahaman bersama bahwa pencegahan dan deteksi dini adalah kunci utama dalam melindungi hutan dan lingkungan," kata dia.

Selain itu, Rektor UNJA, Prof Helmi, menyatakan pihak kampus siap mendukung langkah kolaboratif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui peran aktif sivitas akademika.

"Universitas Jambi siap menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Jambi yang bebas asap, sehat, dan lestari," katanya.

Melalui kolaborasi ini, tentunya kata Helmi mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

"Sebab, mencegah karhutla bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama demi menjaga hutan dan masa depan Jambi," tutup dia.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads