Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang dipengaruhi kondisi global tidak menyurutkan optimisme Pemerintah Kota Palembang terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Palembang Isnaini Madani, mengatakan, berbagai kegiatan yang rutin digelar pemerintah daerah telah memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Salah satunya melalui penyelenggaraan Car Free Night (CFN) setiap malam Minggu dan Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi yang selalu dipadati pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita optimis. BBM ini kan global ya, apalagi hari ini kenaikannya cukup signifikan. Kita optimis dengan mengadakan kegiatan-kegiatan akbar. Car Free Night alhamdulillah sukses, puluhan ribu orang setiap malam Minggunya datang," katanya, (10/6/2026), saat dikonfirmasi melalui panggilan.
Isnaini menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran ribuan warga setiap pekan dinilai mampu mendorong transaksi ekonomi secara langsung.
"Car Free Day juga setiap hari Minggu pagi puluhan ribu orang datang. Disambut dengan antusiasnya UMKM kuliner, UMKM atraksi, dan UMKM souvenir. Ini membuat pertumbuhan ekonomi kita tetap bisa naik," ujarnya.
Kata dia, optimisme tersebut didasarkan pada capaian pertumbuhan ekonomi Kota Palembang pada triwulan pertama 2026. Ia menyebut angka pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
"Di triwulan I tahun 2026 ini pertumbuhan ekonomi kita naik signifikan dibanding triwulan sebelumnya. Kalau sebelumnya sekitar 5,12 persen, di triwulan I tahun 2026 mencapai 5,91 persen. Naiknya menurut saya signifikan, belum pernah terjadi," ungkap Isnaini.
Isnaini mengatakan capaian tersebut bahkan mendapat perhatian dari sejumlah pihak, termasuk kalangan akademisi dan pengamat ekonomi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah perkembangan ekonomi Kota Palembang.
"Saya bertanya kepada beberapa pihak, dan mereka menyampaikan dalam sejarahnya belum pernah terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi yang sesignifikan ini. Padahal kita berada di tengah kondisi global yang tidak mudah," katanya.
Isnaini juga menyoroti situasi geopolitik internasional yang berdampak terhadap perekonomian dunia, termasuk konflik yang terjadi antara Israel dan Iran. Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi nilai tukar dolar Amerika Serikat dan harga energi global, termasuk BBM.
"Di tengah kondisi geopolitik seperti ini, dolar sudah merangkak naik dan BBM juga sudah merangkak naik. Tetapi Palembang tetap menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Dalam sejarah kita, belum pernah kenaikan sesignifikan ini di tengah kondisi geopolitik seperti sekarang," ujarnya.
Karena itu, ia meyakini kenaikan harga BBM saat ini tidak akan menghambat target pertumbuhan ekonomi Kota Palembang. Pemerintah kota akan terus berupaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan yang berdampak langsung terhadap sektor usaha.
"Dengan kondisi seperti ini, termasuk kenaikan BBM, kita tetap optimis pertumbuhan ekonomi Kota Palembang akan terus naik sesuai yang diharapkan. Harapannya tentu target pertumbuhan yang lebih tinggi ke depan dapat tercapai," pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(dai/dai)