Puncak Musim Kemarau di Sumsel Mundur, Ini Prediksi BMKG

Sumatera Selatan

Puncak Musim Kemarau di Sumsel Mundur, Ini Prediksi BMKG

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 18 Jun 2026 22:00 WIB
Ilustrasi El Nino dan Musim Kemarau
Foto: Ilustrasi kemarau (jcomp/Freepik)
Palembang -

Puncak musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan diprediksi mundur. Jika sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan puncak kemarau pada Juli-Agustus, kini potensi musim itu diprediksi pada periode Agustus-September.

"Iya mundur, update terbaru di Sumsel puncak kemarau terjadi pada Agustus ke September," ujar Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sumsel Wandayantolis, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, pergeseran puncak kemarau itu karena fenomena El Nino baru terbentuk pada bulan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, pergeseran puncak kemarau karena El Nino juga baru mulai terbentuk pada Juni ini," katanya.

Pihaknya memprediksi, musim kemarau tahun ini tidak sekering 2015. Pada saat itu, hotspot atau titik panas yang terdeteksi sangat tinggi, mencapai 27.043 titik.

ADVERTISEMENT

"Prediksi sementara untuk tahun ini musim kemarau tidak sekering 2015, tapi lebih kering dari 2023. Termasuk pula jika dibandingkan dengan 2024 dan 2025, tahun ini lebih kering," ungkapnya.

Sementara pada 2023, hotspot yang terdeteksi mencapai 20.547 titik. Jumlah hotspot pada periode dua tahun itu (2015 dan 2023) menjadi yang tertinggi dari data rekap sebaran titik panas di Sumsel sejak 2015.

"Kita harapkan seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau yang dapat memicu karhutla, bahkan juga di pemukiman. Kita juga mengimbau seluruh pihak agar mengantisipasi berkurangnya ketersedian air bersih karena mengeringnya sumber-sumber mata air," katanya.

Terkait wilayah di Sumsel yang paling terdampak kemarau pada tahun ini, dia menyebut tersebar di beberapa wilayah. Di antaranya di Muba, Banyuasin dan wilayah tengah Sumsel.

"Dampak kemarau paling besar akan terjadi di wilayah sisi timur dan tengah Sumsel," tukasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads