Kemarau di Sumsel tapi Masih Ada Hujan, Ini Kata BMKG

Sumatera Selatan

Kemarau di Sumsel tapi Masih Ada Hujan, Ini Kata BMKG

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Sabtu, 20 Jun 2026 09:00 WIB
Ilustrasi hujan di Palembang, Sumatera Selatan
Foto: Ilustrasi hujan (Gemini AI)
Palembang -

Sumatera Selatan telah memasuki musim kemarau. Meski begitu, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pada awal musim ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer yang masih mendukung pembentukan awan hujan.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II, Sinta Andayani mengatakan peningkatan hujan yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada pada fase 1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sumsel saat ini sudah memasuki musim kemarau. Namun, di awal musim kemarau masih ada peluang terjadinya hujan," katanya, Sabtu (19/6/2026).

Menurut Sinta, beberapa waktu terakhir peningkatan potensi hujan dipengaruhi oleh MJO fase 1 yang menyebabkan atmosfer di wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara menjadi cukup lembap, sehingga Sumsel juga ikut terdampak.

ADVERTISEMENT

Selain pengaruh MJO, lanjut Shinta, hujan juga dipicu oleh kondisi intrusi udara kering dari Australia yang bertemu dengan massa udara yang lebih dingin di selatan Pulau Sumatera.

"Pertemuan kedua massa udara tersebut memicu pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan. Namun, hujan yang terjadi umumnya berintensitas ringan hingga sedang, bersifat lokal dan berdurasi singkat," jelasnya.

Di sisi lain, Sinta mengungkapkan bahwa berkurangnya curah hujan pada awal musim kemarau menjadi penyebab utama menurunnya debit sejumlah sungai di Sumsel, termasuk Sungai Musi.

"Kurangnya curah hujan sejak memasuki musim kemarau menyebabkan debit sungai-sungai di Sumsel, termasuk Sungai Musi, mengalami penurunan," ujarnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads