Sumsel Dapat Tambahan 1 Helikopter Water Bombing Jelang Puncak Kemarau

Sumatera Selatan

Sumsel Dapat Tambahan 1 Helikopter Water Bombing Jelang Puncak Kemarau

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 21 Jun 2026 09:01 WIB
Helikopter tambahan dari BNPB untuk padamkan karhutla di Sumsel
Foto: Helikopter tambahan dari BNPB untuk padamkan karhutla di Sumsel (Dok. BPBD Sumsel)
Musi Banyuasin -

Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mendapat tambahan satu helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tambahan helikopter itu untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel menghadapi puncak musim kemarau 2026.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan dengan tambahan tersebut, saat ini total armada udara yang disiagakan untuk penanganan karhutla di Sumsel sebanyak tujuh unit.

"Sumsel kembali mendapat tambahan satu unit helikopter water bombing MI8AMT/RA-22747 dari BNPB. Helikopter tiba Jumat kemarin (19/6). Dengan tambahan itu saat ini total ada lima helikopter water bombing yang siap digunakan untuk pemadaman dari udara dan dua unit untuk patroli udara (helikopter dan pesawat)," ujar Sudirman, Sabtu (20/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudirman menyebut tambahan armada tersebut merupakan bagian dari dukungan BNPB dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.

ADVERTISEMENT

Keberadaan armada udara juga menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat.

"Helikopter water bombing akan diterjunkan untuk melakukan penyiraman di lokasi kebakaran, sementara unit patroli udara digunakan untuk memantau titik panas dan mendeteksi potensi kebakaran sejak dini," katanya.

"Dengan adanya tambahan ini, kapasitas respons kita semakin meningkat. Helikopter water bombing sangat membantu mempercepat pemadaman ketika terjadi kebakaran di kawasan gambut maupun wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat," katanya.

Tambahan armada ini termasuk dalam usulan yang diajukan untuk penanganan bencana tahunan karhutla di Sumsel. Sebelumnya Sudirman menyebut telah mengajukan empat helikopter water bombing untuk menghadapi puncak musim kemarau.

"Dari empat unit helikopter water bombing yang diajukan, akan datang bertahap. Ancaman karhutla tahun ini perlu diwaspadai seiring meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah. Pemda juga terus berkoordinasi dengan BNPB untuk memastikan dukungan sumber daya, termasuk armada udara," ungkapnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads