Sebanyak 598 lanjut usia (lansia) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, di wisuda. Mereka adalah 'pelajar' yang mengenyam pendidikan di 17 Sekolah Lansia yang ada di 13 kecamatan.
Kegiatan tersebut menjadikan OKU sebagai daerah pertama, sekaligus penyelenggara wisuda Sekolah Lansia terbesar di Sumsel. Program itu merupakan salah satu upaya Pemkab OKU mewujudkan konsep Lansia Smart (sehat, mandiri, aktif, dan produktif), sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.
Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengatakan usia tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini saya merasa haru sekaligus bangga melihat orang tua kita diwisuda. Pemandangan seperti ini luar biasa dan menjadi bukti bahwa belajar tidak mengenal batas usia. Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Sekolah Lansia," katanya, Selasa (23/6/2026).
Teddy mengungkapkan, selama mengikuti program tersebut para lansia mendapatkan berbagai materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Materi yang diberikan mencakup kesehatan, keterampilan hidup, pendidikan keagamaan, hingga wawasan digital.
"Lansia tidak hanya menunggu di rumah. Mereka tetap bisa belajar, berkarya, beraktivitas, serta menjadi pribadi yang produktif bagi keluarga maupun masyarakat," ungkapnya.
Teddy menilai metode pembelajaran yang diterapkan dalam Sekolah Lansia mampu membangun semangat para peserta untuk tetap aktif meski telah memasuki usia lanjut. Program tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan kelompok lansia menuju Indonesia Emas.
"Ini adalah bentuk penghormatan dan upaya kita memuliakan orang tua. Lansia bukan objek pembangunan, tetapi subjek yang mampu mandiri, produktif, dan bermartabat. Karena itu, Pemkab OKU berkomitmen terus memperhatikan kesejahteraan mereka," tegasnya.
Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola, pendamping, kader, serta berbagai pihak yang aktif membimbing para lansia di desa-desa hingga pelosok kecamatan.
"Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh pihak yang telah mendampingi para lansia. Semoga menjadi amal ibadah dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat," ucapnya.
Dalam kegiatan itu, Teddy bersama Ketua TP PKK OKU sekaligus Pembina Sekolah Lansia Zwesty Karenia Teddy menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Penghargaan diberikan atas keberhasilan Pemkab OKU menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif bagi para lansia serta mendorong mereka tetap aktif dalam kehidupan sosial.
(rep/rep)
