Tekan Angka Pengangguran, Bupati OKU Lepas 21 Tenaga Kerja ke Semarang

Sumatera Selatan

Tekan Angka Pengangguran, Bupati OKU Lepas 21 Tenaga Kerja ke Semarang

Irawan - detikSumbagsel
Kamis, 25 Jun 2026 20:30 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) OKU Alva Elan melepas 21 peserta lulusan LKP Inspiratif Fashion diberangkatkan untuk bekerja di sejumlah perusahaan garmen di Semarang,
Foto: Sekretaris Daerah OKU Alva Elan melepas 21 peserta lulusan LKP Inspiratif Fashion diberangkatkan untuk bekerja di sejumlah perusahaan garmen di Semarang (Dok. Pemkab OKU)
OKU -

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus berupaya menekan angka pengangguran melalui program pelatihan keterampilan dan penempatan kerja. Kali ini, sebanyak 21 peserta lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Inspiratif Fashion diberangkatkan untuk bekerja di sejumlah perusahaan garmen di Semarang, Jawa Tengah.

Pelepasan peserta dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) OKU Alva Elan, ia mengatakan para peserta telah menjalani pelatihan selama tiga bulan dengan materi menjahit, pembuatan pola, hingga manajemen produksi.

Setelah dinyatakan lulus, mereka langsung mendapatkan kesempatan bekerja melalui kerja sama yang dibangun antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan perusahaan mitra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lulusan LKP Inspiratif Fashion bukan hanya memiliki keterampilan menjahit, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja. Dengan penempatan kerja di Semarang, mereka mendapatkan penghasilan, pengalaman kerja, dan kepastian pekerjaan. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mengurangi pengangguran," katanya kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Alva mengungkapkan, program tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkab OKU dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Kita memberikan pelatihan dengan disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga peserta memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha. Selain bekerja di perusahaan, keterampilan yang diperoleh juga dapat menjadi modal untuk berwirausaha secara mandiri," ungkapnya.

Alva menjelaskan Pemkab OKU akan terus memperluas kerja sama dengan perusahaan di berbagai sektor guna meningkatkan serapan tenaga kerja. Pada 2026, jumlah lulusan LKP di Kabupaten OKU ditargetkan mencapai 1.000 orang.

"Kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan di OKU. Bagi masyarakat yang ingin bekerja, pemerintah menyiapkan pelatihan sekaligus penempatan kerja. Tujuannya agar angka pengangguran di OKU terus menurun," ujarnya.

Alva menegaskan Bupati OKU berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan keterampilan dan penempatan tenaga kerja sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Peningkatan kualitas SDM adalah investasi jangka panjang. Melalui program ini, masyarakat diharapkan lebih siap bersaing dan memiliki peluang kerja yang lebih besar," katanya.

Sementara itu, pimpinan LKP Inspiratif Fashion Inti Fitasari mengapresiasi dukungan Pemkab OKU yang terus mendorong keberlanjutan program pelatihan dan penempatan kerja tersebut.

Ia menjelaskan pelatihan yang diberikan mencakup keterampilan menjahit, desain busana, kewirausahaan, hingga pembekalan soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja.

"Sejak 2017 kami berupaya membantu mengurangi pengangguran melalui pelatihan dan penempatan kerja. Tahun ini, insyaallah pemberangkatan peserta dilakukan tiga kali. Hari ini ada 21 orang yang ditempatkan di tiga perusahaan berbeda di Semarang," ujarnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads