Tim SAR Gabungan mengevakuasi seorang pendaki Gunung Dempo, bernama Dito Faris (18), karena mengalami cedera pada kakinya usai terjatuh. Korban terpeleset kurang lebih 6 meter saat hendak mengambil air bersih.
Berdasarkan informasi yang diterima, saat itu korban bersama rekan-rekannya melakukan pendakian menuju Top Dempo dan tiba di area Pelataran pada Jumat (7/8/2026). Setibanya di lokasi, korban bersama rombongan memutuskan untuk bermalam.
Namun pada Sabtu (8/8), korban berencana menuju Pemandian Putri untuk mengambil air bersih. Dalam perjalanan, korban harus melewati medan dengan kondisi cukup terjal. Saat melintas, korban tiba-tiba terpeleset dan terjatuh dari ketinggian kurang lebih 6 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami cedera pada kaki sehingga kesulitan berjalan. Korban kemudian dibantu oleh rekan-rekannya kembali ke Pelataran untuk selanjutnya dibawa turun menuju Posko Kampung 4.
Namun, saat perjalanan turun dan tiba di sekitar Shelter 2, kondisi kaki korban semakin membengkak. Di sisi lain, rekan-rekan korban juga mengalami kelelahan sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan proses evakuasi secara mandiri.
Selanjutnya, tim SAR Gabungan dari Basarnas Kantor SAR Palembang, Brigade, BPBD, Relawan dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap korban, Minggu (9/8). Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan, pada sekitar pukul 11.20 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dengan mengalami cedera pada kaki sebelah kiri.
"Korban kemudian dievakuasi menuju Posko Brigade di Kampung 4. Setelah melalui proses evakuasi yang cukup panjang dan medan yang menantang, sekitar pukul 14.00 WIB," kata Kepala Basarnas Sumsel Raymond Konstantin.
Setelah sampai di Pos Brigade Kampung 4, korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Kami mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR Gabungan yang telah membantu proses evakuasi korban hingga berhasil dibawa turun dalam kondisi selamat. Kondisi medan Gunung Dempo yang cukup terjal tentunya menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi," ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pendaki, agar selalu mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan, logistik, serta memperhatikan kondisi cuaca dan medan sebelum melakukan pendakian.
(dai/dai)
