Kronologi Nenek di Muara Enim Dibunuh Anak-Cucunya, Jasad Dibuang ke Hutan

Sumatera Selatan

Kronologi Nenek di Muara Enim Dibunuh Anak-Cucunya, Jasad Dibuang ke Hutan

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Jumat, 08 Mei 2026 11:30 WIB
Polres Muara Enim menggelar konferensi pers pembunuhan nenek di oleh anak dan cucu
Polres Muara Enim menggelar konferensi pers pembunuhan nenek di oleh anak dan cucu (Foto: Welly Jasrial Tanjung/BeritaKlik)
Muara Enim -

Misteri kematian Palahiyah (87), warga Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim akhirnya terungkap. Nenek tersebut ternyata menjadi korban pembunuhan yang dilakukan anak kandung dan cucunya sendiri.

Wakapolres Muara Enim Kompol Toni Arman mengatakan, kasus itu bermula saat keluarga melapor ke Polsek Gelumbang pada 13 April 2026 terkait hilangnya korban.

Polisi bersama warga kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan sekitar 200 meter dari rumahnya pada 22 April 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban ditemukan setelah 12 hari dinyatakan hilang," ujar Toni, Kamis (7/5/2026).

Dari hasil autopsi di RS Bhayangkara, ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga polisi mendalami dugaan pembunuhan.

ADVERTISEMENT

"Hasil penyelidikan akhirnya mengarah kepada anak korban berinisial N alias E (46) dan cucunya MIM alias Y (20)," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP M Andrian menjelaskan pembunuhan terjadi pada 12 April 2026 sekitar pukul 18.00 WIB saat korban pulang mencari kayu bakar.

Saat itu korban kembali memarahi pelaku E hingga terjadi cekcok di dalam rumah. Keributan sempat dilerai pelaku Y.

Namun tidak lama kemudian, korban diduga dipukul menggunakan tangan kosong, lalu dihantam menggunakan alat kayu dan dicekik hingga meninggal dunia.

"Korban dipukul menggunakan alat kayu dan dicekik pelaku E hingga meninggal," katanya.

Untuk menghilangkan jejak, sekitar pukul 00.00 WIB pelaku Y membawa jasad neneknya ke kawasan hutan di belakang rumah agar seolah-olah meninggal di luar rumah.

Setelah itu, kedua pelaku membersihkan rumah dan sejumlah barang bukti agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Ironisnya, sehari setelah kejadian, pelaku Y justru ikut melapor ke polisi terkait hilangnya korban dan terlibat dalam pencarian bersama warga.

"Namun kejanggalan hasil autopsi membuat polisi terus melakukan pendalaman hingga akhirnya kedua pelaku mengakui perbuatannya setelah menjalani interogasi intensif," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads