Keluarga Bocah SD di Muratara yang Dianiaya Pelajar SMP Ogah Damai

Sumatera Selatan

Keluarga Bocah SD di Muratara yang Dianiaya Pelajar SMP Ogah Damai

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Kamis, 11 Jun 2026 18:40 WIB
Aksi penganiayaan yang dilakukan sekelompok pelajar di Muratara
Foto: Aksi penganiayaan yang dilakukan sekelompok pelajar di Muratara (Dok. Istimewa/Tangkap Layar)
Muratara -

Bocah SD berinisial RS (11) yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah pelajar SMP di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, masih menjalani perawatan medis. Pihak keluarga korban mengaku belum bersedia berdamai sebelum kondisi korban benar-benar pulih.

Kakak korban bernama Fuspa mengatakan pihak kepolisian dari Polsek Rawas Ulu telah mendatangi keluarga pada Rabu (10/6/2026). Namun ia mengaku upaya perdamaian belum dapat dilakukan lantaran korban masih menjalani pengobatan akibat penganiayaan yang dialaminya.

"Kemarin dari Polsek Rawas Ulu sudah datang, cuma belum ada damainya karena adik saya harus berobat dulu. Kepala adik saya harus dirontgen dulu karena kepalanya sakit terus sesudah kejadian. Kemudian dia mengeluh telinganya sakit hingga berdengung sehingga sekarang dibawa ke Rumah Sakit Rupit untuk CT scan," katanya, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya Fuspa, pihak keluarga sebenarnya tidak ingin membawa persoalan tersebut ke jalur hukum apabila ada itikad baik dari pihak pelaku. Namun dikarenakan belum ada itikad baik untuk mengobati korban, maka pihak keluarga belum mau berdamai.

"Kami dari pihak keluarga sebenarnya tidak mau menyelesaikan masalah ini ke jalur hukum kalau mereka baik, tapi permintaan kami sekarang minta adik kami sehat dulu. Belum mau kami berdamai kalau adik saya belum sehat, takutnya sudah damai tapi adik saya belum sehat. Nanti kami mau menuntut ke mana lagi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kasat PPA dan PPO Polres Muratara Ipda Riri Nabila mengatakan sebelumnya upaya mediasi telah dilakukan oleh perangkat desa bersama pihak kepolisian. Namun proses tersebut belum membuahkan hasil karena korban masih menjalani pengobatan dan ayah korban belum dapat ditemui.

"Kemarin sudah dilakukan upaya mediasi dari perangkat desa dan kepolisian. Namun kemarin posisi anak korban masih dalam pengobatan dan ayah korban belum dapat ditemui," katanya.

Riri menjelaskan, anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) atau para terduga pelaku saat ini masih berada di kediaman masing-masing dengan pengawasan perangkat desa dan kepolisian setempat.

"Untuk ABH atau pelaku masih diamankan di kediaman masing-masing namun dalam pantauan perangkat desa dan kepolisian setempat. Insyaallah hari ini akan dilakukan upaya hukum di Polres dengan melibatkan pihak perangkat desa," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya seorang pelajar SD berinisial RS (11) di Muratara, Sumsel, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pelajar SMP. Peristiwa tersebut viral setelah video penganiayaan beredar luas di media sosial.

Kejadian itu terjadi di kawasan sekolah yang berada di Dusun I, Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dalam video yang beredar, korban terlihat mendapat tindakan kekerasan dari beberapa pelaku. Salah satu pelaku tampak memiting leher korban, sementara pelaku lainnya memukul dan menendang kepala serta badan korban. Aksi tersebut direkam oleh seseorang yang berada di lokasi sebelum akhirnya tersebar di media sosial.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut dan para pelaku mendapatkan pembinaan maupun proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads