Video aksi empat pria ngaku polisi menodongkan senjata api dan melakukan intimidasi terhadap tukang pangkas di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) viral di media sosial. Begini kata Polda Sumut terkait peristiwa tersebut.
Dalam video yang beredar dilihat detikSumut Kamis (16/4/2026), terlihat tukang pangkas terlibat cekcok dengan para pria tersebut. Salah seorang di antaranya kemudian menodongkan benda yang diduga senjata api. Cekcok tersebut berujung penganiayaan di lokasi kejadian.
Viky Nduru, seorang korban sekaligus tukang pangkas mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 02.06 WIB. Saat itu, dia bersama temannya sedang berboncengan sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesampainya di simpang lampu merah Glugur Darat, tepatnya di Jalan Bambu, Viky dan temannya diikuti empat orang yang mengaku sebagai polisi. Mereka mengendarai tiga sepeda motor.
Keempat orang tersebut berupaya menghentikan kendaraan korban. Namun, kondisi jalan yang gelap membuat korban panik dan memilih tancap gas.
"Jadi ada yang manggil dan memaki kami. Terus teman saya bilang, 'Siapa itu?' dia pun menyuruh saya untuk melanjutkan perjalanan," kata Viky.
Setiba di Jalan Alfalah Raya, keempat orang tersebut terus mengejarnya dan menghadang kendaraan mereka. Tak hanya itu, dua dari empat orang tersebut juga mengeluarkan pistol dari kantong celana mereka. Korban mengaku terus mendapat makian.
"Kami langsung kabur dan menuju ke tempat pangkas," ujarnya.
Korban dan temannya kemudian tiba di tempat pangkas rambut yang juga menjadi tempat tinggal mereka. Namun, keempat orang tersebut justru mendatangi lokasi itu.
"Sempat ribut adu mulut kami dengan empat oknum polisi itu. Mereka masuk ke pangkas dan mau membawa teman saya," lanjut Viky.
Viky mengaku sempat meminta mereka menunjukkan identitasnya sebagai anggota polisi. Namun, mereka tidak menunjukkannya.
"Saya tanyakan Kartu Tanda Anggota (KTA) polisi, tapi mereka tidak menunjukkan. Mereka terus memaki dan memukuli teman saya," tuturnya.
Viky menyebut salah seorang dari mereka bahkan sempat menodongkan pistol ke kepala temannya. Viky juga mengaku temannya mengalami penganiayaan hingga babak belur.
Selanjutnya, menurut Viky, situasi berubah setelah ia menyebut aksi mereka terekam kamera CCTV. Mereka ciut dan langsung pergi.
"Keempat oknum polisi itu langsung ciut, pistol dimasukkan ke kantong celana, terus langsung pergi meninggalkan kami," ungkapnya.
Berangkat dari peristiwa tersebut, Viky menyebut sudah melaporkan kejadian itu kepada kepala lingkungan setempat. Namun, setelah ditunggu selama tiga hari, tidak ada respons ataupun itikad baik dari para pelaku.
Hingga akhirnya, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Propam Polda Sumut.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Ia juga menyebut pihaknya akan memeriksa senjata yang digunakan para pelaku untuk mengancam korban.
"Kita lagi dalami pemeriksaan lebih lanjut masing-masing pelaku," kata Ferry, Kamis (16/4/2026).
(dhm/dhm)
