Polisi Ungkap Ratusan Kasus Narkoba di Bengkalis, Mandau Jadi Perhatian Serius

Riau

Polisi Ungkap Ratusan Kasus Narkoba di Bengkalis, Mandau Jadi Perhatian Serius

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 06 Jul 2026 19:20 WIB
Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar. (Raja Adil Siregar/detikSumut)
Foto: Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar. (Raja Adil Siregar/detikSumut)
Bengkalis -

Kecamatan Mandau jadi salah satu wilayah rawan peredaran narkotika di Bengkalis, Riau. Tingkat kerawanan kasus ini setelah polisi membongkar peredaran di sejumlah wilayah.

Data pengungkapan kasus narkotika Polres Bengkalis dan jajaran Polsek pada periode 1 Januari hingga 3 Juli 2026 ini menunjukkan sejumlah desa dan kelurahan menjadi titik paling rawan. Di situlah terungkap Mandau sebagai titik yang jadi perhatian serius oleh kepolisian.

Total dari 11 desa/kelurahan di Kecamatan Mandau yang diungkap polisi, Kelurahan Air Jamban menempati posisi teratas dengan 23 kasus. Disusul Kelurahan Babussalam dan Kelurahan Pematang Pudu masing-masing 15 dan 12 kasus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu Kecamatan Pinggir juga menjadi salah satu kantong peredaran narkoba. Termasuk Kelurahan Balai Raja tercatat menjadi lokasi pengungkapan terbanyak dengan 10 kasus, Desa Semunai dan Desa Tengganau ada 7 kasus.

Sedangkan di Kecamatan Bathin Solapan, Desa Air Kulim menjadi wilayah dengan pengungkapan tertinggi yakni 13 kasus. Kemudian Desa Sebangar 11 kasus dan Desa Bumbung 10 kasus.

ADVERTISEMENT

Sementara di Kecamatan Bengkalis, Desa Kelapapati paling dominan dengan 10 kasus. Tentunya disusul Kelurahan Bengkalis Kota 9 kasus serta Desa Senggoro dan Wonosari masing-masing 6 kasus.

Data lain menunjukkan sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan, di antaranya Desa Tasik Serai Barat di Talang Muandau dengan 6 kasus, Desa Bandar Jaya di Kecamatan Siak Kecil 6 kasus, Kelurahan Sungai Pakning di Kecamatan Bukit Batu 7 kasus. Lalu Desa Tenggayun di Kecamatan Bandar Laksamana dengan 4 kasus.

Itu artinya sepanjang Januari hingga Juni 2026, Polres Bengkalis dan jajaran sudah mengungkap ratusan kasus narkotika. Di bulan berikutnya, Februari menjadi bulan dengan pengungkapan tertinggi yakni 69 kasus, disusul April 86 kasus dan Mei 72 kasus.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar memastikan pihaknya terus memetakan wilayah rawan sebagai dasar penindakan dan pencegahan. Posisi geografis wilayah Bengkalis yang berbatas langsung dengan jalur perairan internasional jadi salah satu akses masuk jaringan.

"Jadi beberapa tersangka yang diamankan terindikasi kuat mereka merupakan bagian dari sindikat jaringan internasional. Mereka mencoba memanfaatkan posisi geografis Bengkalis ini sebagai pintu masuk," ungkap Fahrian Siregar, Senin (6/7/2026).

Meskipun begitu, Polres Bengkalis dan jajaran tak akan memberikan ruang bagi para pelaku. Pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar peningkatan patroli dan pencegahan di lapangan.

Tak bekerja sendiri, kepolisian juga turut menggandeng sejumlah pihak terkait di Negeri Junjungan untuk komitmen dalam melakukan pencegahan. Sementara di internal, penindakan dilakukan secara tegas.

"Kami berkolaborasi dengan semua pihak dalam langkah pencegahan dan langkah penindakan. Tentu saja laporan-laporan yang masuk lewat layanan pengaduan di kami terus kami tindaklanjuti. Termasuk daerah Mandau," kata Alumni Akpol 2005 tersebut.

Apalagi berdasarkan data terbaru hingga 3 Juli 2026, Kecamatan Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, Bengkalis, dan Bukit Batu menjadi 5 wilayah dengan jumlah ungkap kasus tertinggi. Data ini mengungkap kelima wilayah jadi akses perlintasan dari jaringan bisnis haram tersebut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kepala BNN Desak Pemda Tindak Tegas Pesta Narkoba Berkedok Hajatan"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads