detikBali
detikBali-Nusra Awards 2026

AKBP Chandra Mau Terapkan English Day, Personel Wajib Bahasa Inggris Saat Dinas

Terpopuler Koleksi Pilihan
detikBali-Nusra Awards 2026

AKBP Chandra Mau Terapkan English Day, Personel Wajib Bahasa Inggris Saat Dinas


Aryo Mahendro - detikBali

Kapolres Gianyar AKBP Chandra Citra Kesuma
Kapolres Gianyar AKBP Chandra Citra Kesuma (Foto: Aryo Mahendro)
Gianyar -

Kapolres Gianyar AKBP Chandra Kesuma menyiapkan program English Day bagi seluruh personel di Polres Gianyar dan jajaran polsek. Melalui program itu, anggota diwajibkan menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi selama jam dinas guna meningkatkan kompetensi dalam melayani masyarakat, khususnya wisatawan mancanegara.

"Kami akan buat semacam English Day di polsek-polsek. Polres Gianyar juga," kata Chandra saat ditemui detikBali di kantornya, Jumat (26/6/2026).

Chandra menjelaskan English Day akan diterapkan pada satu hari tertentu setiap dua pekan. Seluruh personel, terutama yang telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikat kompetensi bahasa Inggris di tujuh polsek, diwajibkan menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi dengan rekan kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, makanya, anggota-anggota ini disekolahkan dahulu. Nanti itu diterapkan, tiap hari Selasa dan hari Kamis atau tiap hari Selasa dan hari Jumat. Untuk melatih bahasa Inggris mereka," kata Chandra.

ADVERTISEMENT

Menurut Chandra, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Polres Gianyar. Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, penguasaan kosa kata personel akan semakin bertambah sehingga kemampuan berbahasa Inggris mereka terus meningkat.

Harapannya, kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan saat personel berinteraksi dengan masyarakat, terutama di kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan asing.

"Jadi, penguasaan kosa kata atau vocabulary akan diperbanyak lagi," katanya.

Untuk mendukung program itu, Chandra telah lebih dulu menggelar pendidikan dan pelatihan bahasa Inggris sejak Agustus 2025. Sebanyak 250 personel di Polsek Payangan, Polsek Tegallalang, Polsek Ubud, Polsek Gianyar, dan Mapolres Gianyar telah mengikuti pelatihan tersebut.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai satuan, mulai dari Satuan Reserse Kriminal, Satuan Narkoba, hingga personel di satuan lain yang banyak berinteraksi dengan masyarakat.

Mereka dibimbing pengajar dari sebuah lembaga pendidikan bahasa asing selama tiga bulan pada setiap jenjang, mulai tingkat dasar, menengah, hingga mahir.

"Supaya anggota, yang awalnya hanya diam saja saat ada turis asing, kini dapat berinteraksi atau sekadar menyapa turis asing," katanya.

Diperlukan untuk Penegakan Hukum

Chandra mengatakan kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi bekal penting dalam penegakan hukum. Menurutnya, penyidik di Polres Gianyar kerap menerima laporan tindak pidana yang melibatkan warga negara asing, baik secara langsung maupun melalui layanan telepon darurat 110.

Dalam penanganannya, penyidik akan lebih dulu berkomunikasi dengan warga asing menggunakan bahasa Inggris sebelum didampingi penerjemah resmi.

"Minimal kami bisa interview (wawancara) secara mandiri dahulu sebelum didampingi oleh penerjemah agar case (konstruksi kasus) dapat ditangani secepatnya," imbuhnya.

Namun, Chandra mengakui kemampuan bahasa Inggris belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan. Sebab, sebagian wisatawan asing berasal dari negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, seperti China, Rusia, dan Prancis.

Selama ini, Polres Gianyar mendatangkan penerjemah resmi dari kedutaan di Jakarta untuk mendampingi warga asing yang terlibat perkara. Ke depan, pihaknya juga berencana memberikan pelatihan bahasa asing lainnya.

"Memang itu kendala. Biasanya turis China, Rusia, atau Prancis yang tidak terlalu fasih berbahasa Inggris. Biasanya kami datangkan penerjemah dari Jakarta.Tapi itu nanti. Untuk saat ini kemampuan berbahasa Inggris yang kami kuatkan," katanya.

Dukung Layanan Pengaduan 110

Selain menunjang proses penyidikan, Chandra menilai kemampuan bahasa Inggris juga penting untuk mendukung pelayanan pengaduan melalui sambungan telepon darurat 110.

Operator yang telah mendapat pelatihan dapat menerima laporan dari wisatawan asing menggunakan bahasa Inggris sehingga penanganan keadaan darurat dapat dilakukan lebih cepat.

"Satu hari kami terima 10 hingga 12 aduan di 110. Beberapa pengaduan, dari warga asing. Otomatis operator harus paham bahasa Inggris agar pelaporan dapat segera ditangani," kata Chandra.

Menurut Chandra, layanan 110 hingga kini masih lebih banyak dimanfaatkan masyarakat Bali. Meski demikian, jajarannya terus menyosialisasikan nomor darurat tersebut kepada wisatawan asing saat berpatroli di berbagai objek wisata.

"Selain menyapa turis di tempat wisata, anggota sosialisasi 110 juga. Jadi, jika butuh bantuan kepolisian, yang bersifat darurat, silahkan telepon ke 110. Itu selalu kami gaungkan terus," katanya.




(dpw/dpw)










Hide Ads