detikBali

Terungkap Hasil Pertemuan Purbaya dengan Kepala BGN Nanik S Deyang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terungkap Hasil Pertemuan Purbaya dengan Kepala BGN Nanik S Deyang


Anisa Indraini - detikBali

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengacungkan jempol saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Kementerian Keuangan melaporkan perekonomian hingga Mei 2026 menunjukkan ketahanan yang solid, didukung permintaan domestik yang solid, inflasi terkendali dan kebijakan fiskal yang responsif. Kemenkeu mencata pasar keuangan dan kepercayaan investor tetap terjaga.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Ari Saputra/detikFoto)
Denpasar -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap hasil pertemuannya dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. Salah satu yang dibahas dalam pertemuan itu terkait upaya efisiensi anggaran.

Pertemuan tersebut dilakukan di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/6). Purbaya mengatakan BGN akan kembali melakukan efisiensi anggaran dalam jumlah besar. Hanya saja, dia meminta semua pihak untuk menunggu detail efisiensi anggaran itu melalui pengumuman BGN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin saya ketemu Kepala BGN. Dia melaporkan akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tetapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan," kata Purbaya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, dikutip dari detikFinance, Jumat (26/6/2026).

Saat ditanya apakah penghematan anggaran itu mencapai Rp 40 triliun seperti berita yang beredar sebelumnya, Purbaya enggan mengungkapkan. Ia kembali meminta untuk menunggu pengumuman resmi dari BGN.

ADVERTISEMENT

"Mungkin (sekitar Rp 40 triliun). Tanya dia saja (BGN), dia lebih ngerti daripada saya. Nanti akan signifikan lah pemotongannya, tetapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN sendiri," kata Purbaya.

Selain membahas efisiensi anggaran, Purbaya juga berencana menugaskan pegawai-pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) di daerah untuk monitor jalannya anggaran di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu bertujuan untuk membantu BGN dalam pengawasan di daerah.

"Nanti orang-orang saya di daerah akan monitor SPPG-SPPG itu secara berkala. Jadi saya punya alat dan saya bisa kontrol ke anggarannya, mereka juga setuju. 'Kalau nggak benar boleh tutup saja Pak', kita diskusikan seperti itu. Jadi kerja sama dengan BGN sudah semakin baik," imbuh Purbaya.

Purbaya menambahkan sumber daya manusia (SDM) di BGN juga akan terus ditingkatkan. Ia menyebut BGN akan lebih banyak diisi oleh ahli gizi dan finansial.

"SDM-nya juga kita bantu. Kalau perlu orang finansial, keuangan, departemen keuangan, akan membantu. Harusnya ke depan akan lebih bagus," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads