Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya menegaskan peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya milik Polri, tetapi juga masyarakat. Semangat itu ditunjukkan melalui perayaan yang memadukan budaya Bali dan Nusantara dalam upacara yang digelar di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Rabu (1/7/2026).
Ribuan personel Polri dari seluruh jajaran di wilayah hukum Polda Bali mengikuti upacara yang berlangsung semarak tersebut. Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan tari-tarian yang mengangkat kekayaan budaya Bali dan berbagai daerah di Indonesia.
Upacara dipimpin langsung Irjen Daniel selaku inspektur upacara. Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Bali Wayan Koster, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, pimpinan TNI, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai pelaksanaan upacara, para tamu disuguhkan pertunjukan seni budaya yang dibawakan personel Polri bersama para penampil lainnya. Penampilan tersebut memadukan tarian tradisional Bali dengan tarian dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman dan persatuan bangsa.
Daniel mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan agar peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi milik Polri, tetapi juga masyarakat.
"Pada Hari Bhayangkara ke-80 ini kami ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya menjadi milik Polri, tetapi juga masyarakat. Karena itu kami menampilkan budaya Bali dan budaya Nusantara serta melibatkan anggota Polri dalam berbagai penampilan. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri merupakan bagian dari masyarakat dan tumbuh bersama masyarakat," kata Daniel.
Menurutnya, kedekatan antara Polri dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Bali.
"Semangat kebersamaan inilah yang ingin kami bangun. Kedekatan antara Polri dan masyarakat harus terus dipelihara karena hal itu menjadi modal penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Bali," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Daniel juga menyinggung perkembangan situasi keamanan di Bali. Menurutnya, angka kriminalitas masih dapat dikendalikan dan tren kejahatan menunjukkan penurunan.
"Kriminalitas memang tetap ada, tetapi kami terus berupaya bagaimana mengendalikan dan menguranginya. Data terakhir menunjukkan tren kejahatan mengalami penurunan. Selain penegakan hukum, kami juga mengedepankan langkah-langkah preventif melalui patroli, pembinaan masyarakat, dan peningkatan kesiapsiagaan anggota," katanya.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polda Bali untuk memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat sinergi dengan seluruh elemen bangsa dalam menjaga keamanan Pulau Dewata tetap kondusif.
(dpw/dpw)

