detikBali

Australia Kecam Komentar Trump soal Pasukan Non-AS di Afghanistan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Australia Kecam Komentar Trump soal Pasukan Non-AS di Afghanistan


Yulida Medistiara - detikBali

(FILES) Australias Prime Minister Anthony Albanese attends a press conference with Papua New Guineas Prime Minister James Marape after the signing of the Pukpuk treaty at Parliament House in Canberra on October 6, 2025. Australias prime minister proposed tougher gun laws on December 15, 2025 a day after gunmen killed 15 people in a mass shooting targeting a Jewish festival at a Sydney beach. (Photo by DAVID GRAY / AFP)
PM Australia Anthony Albanese. (Foto: AFP/DAVID GRAY)
Denpasar -

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menilai komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyesalkan peran pasukan non-AS di Afghanistan sebagai pernyataan yang "sama sekali tidak dapat diterima".

Sebelumnya, Trump mengatakan dalam wawancara dengan Fox News bahwa NATO mengirim "beberapa pasukan", namun "tetap sedikit di belakang, sedikit di luar garis depan". Pernyataan itu memicu kemarahan publik dan menuai kritik dari sejumlah sekutu Amerika Serikat.

Di tengah meningkatnya reaksi keras dari sekutu Eropa dan Australia, Trump kemudian tampak menarik kembali sebagian pernyataannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Albanese menegaskan bahwa komentar Trump telah melukai perasaan keluarga tentara Australia yang gugur saat bertugas di Afghanistan.

ADVERTISEMENT

"Ke-47 keluarga Australia yang akan terluka oleh komentar ini, mereka pantas mendapatkan rasa hormat dan kekaguman kita sepenuhnya," kata Albanese dalam program Insiders ABC, seperti dilansir AFP, Minggu (25/1/2026).

"Keberanian yang ditunjukkan oleh 40.000 warga Australia (yang) bertugas di Afghanistan, mereka tentu berada di garis depan untuk, bersama dengan sekutu kita lainnya, membela demokrasi dan kebebasan serta untuk membela kepentingan nasional kita," tambahnya.

"Mereka pantas mendapatkan rasa hormat kita," ujarnya.

Sehari setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengecam pernyataan Trump sebagai "mengerikan", Presiden AS itu tampaknya mengubah sikapnya, setidaknya terkait peran pasukan Inggris.

"Para prajurit hebat dan sangat berani dari Inggris Raya akan selalu bersama Amerika Serikat!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

"Di Afghanistan, 457 orang tewas, banyak yang terluka parah, dan mereka termasuk di antara para pejuang terhebat. Ini adalah ikatan yang terlalu kuat untuk pernah diputus," lanjutnya.

Albanese kemudian merujuk pada pernyataan lanjutan Trump yang dinilai menunjukkan apresiasi terhadap kontribusi Australia di Afghanistan.

"Saya pikir komentar Presiden Trump semalam menunjukkan posisi yang sangat berbeda. Dia telah mengakui kontribusi tersebut," kata Albanese kepada ABC.

Meski demikian, Albanese menegaskan kembali bahwa pernyataan Trump sebelumnya tetap tidak pantas dan tidak dapat diterima.




(dpw/dpw)










Hide Ads